Esok Adalah Milikmu

Langit gelap awan bergulung

Hingga kau menatapnya dengan termenung

Dengan sejuta tanya yang menggunung

Akankah langkahmu tangguh menanggung?

 

Kau berkecamuk menggenggam tangan

Muncul kekhawatiran perihal masa depan

Mengingat kepergian kekasih menawan

Tentang kesakitan yang lama kau simpan

 

 

Kau berbisik dalam buih

Berkisah pada malam dengan merintih

Memintanya mendatangkan kasih putih

Sebagai obat segala pedih

 

Hai, Kamu..

Kemarilah!!!

Aku tahu kau terluka

Menyimpan kecewa

Teriris duka

Yang Kau balut tawa

 

Kamu..

Janganlah larut dalam sendu

Yang menghujam segenap penjuru

Yang mendesir istana hatimu

Kau tak sendiri, ada aku menemanimu..

 

Jika dunia kau rasa penuh isak, menangislah!!!

Ku punya pundak untuk kau pinjam, bangunlah!!!

Kuatlah!!!

Bangkitlah!!!

 

Kedipan matamu barusan

Adalah masa lalu pada detik kemudian

Jangan terpaku pada penyesalan

Ku mohon, mampukanlah dirimu tuk bertahan

 

Dunia adalah harapan

Yang kau mimpikan

Untuk kau wujudkan

Dengan usaha dan kesiapan

Sembari meminta pada Tuhan

 

Jalan setapak nan sunyi itu milikmu

Tentu tak luput lentera kau temu

Demi kebahagiaan kisahmu

Sebab esok adalah milikmu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *