“Aku sangat mencintaimu, walaupun tak pernah kuungkapkan secara langsung.”
Bagiku, Bapak adalah cinta pertamaku yang memberikan kekuatan untuk menghadapi semua masalah, semua kegundahan. Kehilangan benda mungkin bukan menjadi masalah besar. Namun, Saat ini Aku harus kehilangan sosok yang tidak akan pernah tergantikan. Selamat tinggal, Pak. Aku begitu menyayangimu melebihi apapun. 19 tahun Aku hidup bersamamu, tak mudah untuk bangkit dan berjalan bahkan berlari kembali. Kesedihan ini tak bisa ku utarakan kepada siapapun. Ingin rasanya Aku menghilang dari bumi. Pun, Jika Allah mengizinkan, Aku ingin mengikutimu.
Bapakku bukanlah sosok yang banyak bicara. Ia adalah sosok yang mengutarakan perasaan lewat perbuatan. Pribadi yang dengan kepiawaiannya dalam bersikap dan mengambil keputusan. Kini, Tak ada lagi tempat untukku bersandar dan berkeluh kesah. Kau pergi tanpa pamit, Pak. Engkau pergi dalam jangka waktu selama-lamanya. Aku tidak pernah mengalami kesedihan yang sampai rasanya jantungku berpindah ke lutut.
Bagi sebagian orang, Bapak adalah sosok pelindung pertama. Figur yang menjadi pahlawan sekaligus role model di dalam keluarga. Tanggung jawab yang sekarang aku pikul lebih berat. Banyak amanah darimu yang harus tetap aku laksanakan tanpa kehadiranmu disisiku. Masih ingatkah kau, Pak? Dulu engkau pernah bercanda denganku bertanya,” Benjing Halimah dados nopo, nggih?”. Tapi, esok tak akan ada kehadiranmu disampingku saat aku sudah meraih apa yang kau cita-citakan.
Dulu kau pernah bermimpi dan kau amanahkan kepadaku untuk menjadi sosok putri yang shalihah nan hafidzah. Dulu kau sudah pernah menyaksikanku duduk di panggung Bi al-ghaib. Aku berharap, esok aku berjumpa dengan engkau di akhirat dan memasang mahkota diatas kepalamu, Pak.
Peluk hangat dari ibuku cukup menenangkan, tapi hangat erat peluk bapak memberikan sentuhan kekuatan yang berbeda, hidup tanpa bapak seperti kehilangan pelindung terbesar dari kerasnya hidup bagiku. Kelembutan yang di dapat dari sosok ibu tidak setegar benturan kehidupan dari energi dan kekuatan seorang Bapak. Bapak, Aku rindu peluk hangat dan tepukan bahu yang mengisyaratkan kepercayaan bahwa aku mampu menghadapi semuanya.
Kehilangan sosok Bapak bisa menjadi pukulan terberat. Tidak ada lagi teman diskusi, tidak ada lagi pelindung dan pembela, tidak ada lagi yang memberikan gambaran figur laki-laki di keluarga, tidak ada yang bisa ditanyai “laki-laki yang baik itu seperti apa”, dan rasa kehilangan lain yang menjelma dalam kesepian. Kini, saat aku berada di dalam rumah, semua barang, tempat, waktu mengingatkanku pada sosok seorang Bapak. Wajarkan, Jika aku menangis?
Kini, Ibuku memiliki beban berat, seperti berjalan dengan satu kaki. Mencari nafkah untuk kehidupan kami selanjutnya dan meluangkan waktu untuk merawat kami dengan baik. tanpa sosok bapakku, kini ibuku kehilangan sayap berjuang sendiri untuk tetap terbang dan kami kehilangan separuh hati kebahagiaan. Bersyukurlah kalian bagi yang masih memiliki kedua orang tua yang utuh. Jangan sia sia kan mereka karena kalian tidak pernah merasakan hidup dengan orang tua tunggal. Kehilangan sosok bapak menjadikan patah hati terbesar dalam hidup.
Hidup tanpa sesosok bapak disisi bukanlah sebuah pilihan dan keinginan. Getir manis kehidupan harus tetap berjalan. Dan saat ini aku harus mempunyai amunisi unconditional love untuk terus melangkah maju. Kini aku harus lebih dewasa dalam menyikapi sesuatu, tak boleh menangis. Pun, tangisan tidak bisa menjadikan Bapakku hidup kembali dan berada disisiku.
Kehilangan Itu (Bisa) Menjadi cambukan keras untuk kehidupanku selanjutnya.
Kehilangan figur bapak akan membuat seseorang menjadi kuat berpijak di atas kaki sendiri. Dari yang tadinya memiliki sandaran dan tempat berlindung, kini harus bersandar pada diri sendiri. Memang berat tetapi seiring berjalannya waktu hati akan menjadi lebih tahan banting. Tidak hanya diriku, ibu dan keluarga juga akan menjadi kuat jika ada usaha untuk menularkan kekuatan itu.
Rasanya ada yang kurang jika figur itu tidak lagi ada. Namun, patrilah dalam diri bahwa kesedihan hanyalah sementara jika seseorang bisa berdamai dengan kehilangan. Sosok laki-laki yang disebut sebagai pemimpin keluarga itu memang pergi, tetapi semangatnya akan terus ada pada diri yang tegar untuk mencintai kehidupan yang berjalan tanpa figur bapak.
Memang, bagian tersulit dari kehilangan figur bapak ialah menerima. Mencoba menerima dan yakin bahwa kehilangan bapak akan mendewasakan bukanlah hal yang mudah dan instan. Semua membutuhkan proses. Meskipun demikian, waktu akan berperan untuk menguatkan.
“Ketika kita kehilangan, salah satu cara melewatinya adalah dengan membingkai rindu dalam doa.”
Setelah begitu lama,
Tersisa air mata
Banyaknya kenangan yang tak akan terlupakan
Masa-masa yang indah
Masa-masa kita bersama
Perasaan mendalam yang takkan pernah reda
Ku…
Maafkan aku tak pernah mendengar
Maafkan aku tak pernah melihatmu
KAU
Pergi
Ku ingin kau di sini
Tegar, ku kan mencoba melewatinya
Lepas, lepaskan semua yang sudah berlalu
Tapi tanpa dirimu tak mungkin
Ku terus berlari tanpa kaki
Waktu terus berjalan
Tapi tak henti ku berharap
Melihat senyumanmu walau sedetik saja
Ku…
Maafkan aku tak pernah mendengar
Maafkan aku tak pernah melihatmu
Pergi
Ku ingin kau di sini
Tegar, ku kan mencoba melewatinya
Lepas, lepaskan semua yang sudah berlalu
Tapi tanpa dirimu tak mungkin ku terus berlari tanpa kaki
Erat ku kan bertahan janjiku
Tekat ada untukmu sampai selamanya
Tapi tanpa dirimu tak mungkin ku terus berlari tanpa kaki
Semakin ku coba tuk lupakan,
Semakin terbayang kedua matamu
Ku tau kau tak mungkin kembali
Ku ingin kau di sini
Tegar, ku kan mencoba melewatinya
Lepas, lepaskan semua yang sudah berlalu
Tapi tanpa dirimu tak mungkin ku terus berlari tanpa kaki
Erat ku kan bertahan janjiku
Tekat ada untukmu sampai selamanya
Tapi tanpa dirimu tak mungkin
Ku terus berlari tanpa kaki
#GAC







