Solok Selatan, 21 Juli 2025 — Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, melakukan kunjungan kerja ke fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh, Kabupaten Solok Selatan. Dalam kesempatan itu, Irman menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya tentang penyediaan energi, tetapi juga mencerminkan arah baru strategi energi nasional yang ramah lingkungan dan berkeadilan sosial.
“Pembangkit ini bukan sekadar soal listrik. Ini adalah tonggak penting dalam perjalanan Indonesia menuju masa depan energi yang bersih, berkelanjutan, dan inklusif, khususnya dari Sumatera Barat,” ujar Irman saat berdialog dengan manajemen PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), termasuk Chairman Supreme Energy, Supramu Santosa, dan CEO SEML, Nisriyanto.
PLTP Muara Laboh Unit 1 telah beroperasi dengan kapasitas 86 MW dan mampu melistriki sekitar 760.000 rumah tangga. Dengan nilai investasi sekitar USD 900 juta (sekitar Rp14,7 triliun), proyek ini juga berkontribusi signifikan terhadap pengurangan emisi karbon, yakni sekitar 900.000 ton CO₂ per tahun.
Irman mendorong agar pemerintah daerah semakin membuka diri terhadap investasi hijau dan menyediakan regulasi yang mendukung kelangsungan proyek energi baru terbarukan (EBT). “Perlu ada keberanian dari pemerintah daerah untuk menyambut investasi jangka panjang seperti ini. Komitmen politik terhadap EBT harus diwujudkan dalam kebijakan yang konkret,” tegasnya.
PLTP Muara Laboh merupakan hasil kolaborasi antara Supreme Energy, Marubeni Corporation, dan INPEX Corporation. Selain membangun pembangkit, mereka juga aktif dalam program CSR yang menyentuh pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, infrastruktur lokal, dan harmonisasi sosial dengan masyarakat sekitar.
Sebagai Ketua Dewan Pakar UMKM PP Muhammadiyah, Irman menekankan pentingnya sinergi antara proyek besar dan pemberdayaan ekonomi lokal. “Investasi sebesar ini harus bisa menciptakan efek berganda, terutama dalam penguatan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat,” ucapnya.
Lebih lanjut, Irman juga menyatakan dukungannya terhadap pengembangan Unit 2 dan 3. Unit 2 saat ini dalam tahap pembangunan dan ditargetkan beroperasi tahun 2027, sementara Unit 3 direncanakan menyusul pada 2034. Kehadiran dua unit tambahan ini akan memperkuat peran Sumbar dalam pencapaian target bauran energi nasional.
Mengakhiri kunjungannya, Irman menegaskan pentingnya menjadikan PLTP Muara Laboh sebagai rujukan nasional dalam pengembangan energi bersih yang tidak hanya mengutamakan teknologi dan efisiensi, tetapi juga berdampak nyata pada masyarakat. “Inilah model pembangunan energi yang kita butuhkan: berorientasi masa depan, adil, dan membumi,” pungkasnya.







