Rusak parah jam tidurku
Solusi tiada arti, sendu bak tak menahu
Merangkam rasa ragu, gemintang nian membisu
Kala ranah berpindah, jejangkrik berkidung merdu
Kembali berkesiur kecil rembusai
Dedaunan tela itu tersibak dengan bisai
Larut sudah, pawana malammenyeringai
Namun kelopak mataku, tak sanggup ia sangai
Ingin terpejam, namun tak kunjung
Mengerti mimpi kan indah, aku bingung
Dipaksa bersimpuh dahulu, lantas merenung
Menjelma manusia kalong, aku beruntung?
Pun Abana berfatwa demikian
Mampu hidup dalam dua keadaan
Menatah rasa syukur, khusyuk beribadah
Merenungkan alam dan ibrah, itulah anugerah
Kerap kali, aku dibualnya begini
Kalap, dipaksa membekuk rehatnya diri
Perihal ambigu, mengejawantah imajinasi
Kala kantuk belum bertuan, spontan ku beraksi
Gemintang, lihatlah kepada kawanmu ini!
Terkapar letih, tampak menderita
Stagnan terbelalak pagi hingga pagi
Malam pun memandangmu kembali
Rembulan, lihatlah kepada temanmu ini!
Mengejawantah manusia aneh nan nokturnal
Melanyak pribadi, melawan ingarnya lini
Sampai kau sempurna, mimpi tak kunjung kukenal
Teman, langit malam itu benar-benar indah ya?
Sayang, lebih dulu kau melintasi gemintangnya
Jangan kau tunggu! Mengudaralah saja di sana
Karena aku lebih tahu, aku akan tertegun lama
Thanks, Insomnia
Oleh : Aletheia Raushan Fikra Ukma, Wakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang Rembang, Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Rembang
[contact-form][contact-field label=”Nama” type=”name” required=”true” /][contact-field label=”Surel” type=”email” required=”true” /][contact-field label=”Situs web” type=”url” /][contact-field label=”Pesan” type=”textarea” /][/contact-form]







