Baladena.id – Sanitasi lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan kenyamanan pekerja. Lingkungan kerja yang bersih dan memenuhi standar sanitasi dapat mencegah penyebaran penyakit, meningkatkan produktivitas, serta menciptakan suasana kerja yang aman dan sehat. Sanitasi tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga mencakup pengelolaan air bersih, limbah, ventilasi, dan fasilitas higiene.
Lingkungan kerja yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi dapat menjadi sumber berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit infeksi, gangguan pernapasan, penyakit kulit, dan gangguan pencernaan. Misalnya, sistem ventilasi yang buruk dapat menyebabkan akumulasi debu dan polutan udara di dalam ruangan, sedangkan pengelolaan limbah yang tidak tepat dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sarang vektor penyakit.
Penerapan sanitasi lingkungan kerja dimulai dari penyediaan fasilitas dasar yang memadai, seperti air bersih, toilet yang layak, tempat cuci tangan, dan tempat pembuangan sampah. Selain itu, kebersihan area kerja harus dijaga melalui kegiatan pembersihan rutin dan pengendalian hama. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa kualitas udara di tempat kerja memenuhi standar, baik melalui ventilasi alami maupun mekanis.
Peran pekerja dalam menjaga sanitasi lingkungan kerja sangatlah penting. Pekerja diharapkan untuk menjaga kebersihan pribadi, membuang sampah pada tempatnya, dan mematuhi aturan kebersihan yang telah ditetapkan. Edukasi dan sosialisasi mengenai sanitasi lingkungan kerja perlu dilakukan secara berkala agar pekerja memahami dampak positif dari lingkungan kerja yang bersih dan sehat.
Dengan sanitasi lingkungan kerja yang baik, risiko penyakit akibat kerja dapat diminimalkan. Hal ini tidak hanya menguntungkan pekerja, tetapi juga perusahaan karena dapat mengurangi tingkat absensi, meningkatkan efisiensi kerja, dan menciptakan citra positif organisasi. Oleh karena itu, sanitasi lingkungan kerja harus menjadi prioritas dalam upaya perlindungan kesehatan pekerja.
Oleh: Muhammad Helmi Salim







