Pemerintah Tidak Bayar Insentif, Nakes Covid-19 Loteng Sampai Berutang untuk Tetap Bisa Bekerja

Tenaga Kesehatan (Nakes) Covid-19 Lombok Tengah mengeluh dan menangis, karena sejak bulan Juli 2020  hingga Februari 2021 insentifnya tidak kunjung diberikan. Padahal, Pemerintah sudah berjanji akan memberikan insentif tersebut, tapi sampai saat ini belum terrealisasi.

dr. Yuda Perman, Humas Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya, Lombok Tengah berharap setidaknya insentif tahun 2020 saja yang dibayarakan terlebih dahulu, karena insentif tahun 2021 masih tahap pengusulan. Namun, dari Pemerintah hanya sebatas janji manis saja, tidak ada realisasinya.

“Insentif tidak terbayar dari bulan Juli sampai Februari, tapi yang kami harapkan dan ingin harus ditunaikan itu adalah yang tahun 2020 dulu lah, dari yang Juli sampai Desember. Kalau yang Januari sampai Februari 2021 masih tahap pengusulan, tapi sampai sekarang belum terealisasi. Pemerintah hanya memberikan janji manis,” tutur Yuda.

Yuda juga menambahkan bahwa insentif ini adalah salah satu motivasi terbesar mereka dalam melangsungkan pekerjaannya. Namun, sampai sekarang tidak ada, sehingga mereka harus berhutang untuk tetap bisa bekerja.

Bacaan Lainnya

“Beberapa Nakes bilang, yang penting dapat uang bensin, sehingga bisa datang ke Rumah Sakit untuk bekerja, tapi tidak ada. Maka, mau tidak mau mereka harus berutang untuk beli bensin, agar bisa sampai ke rumah sakit,” pungkas Yuda.

(Red/Man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *