Masa pandemi telah menyerang dunia pada dua tahun ini, tidak terkecuali negara Indonesia. Di Indonesia wabah pendemi tak kunjung berakhir dan belum diketahui kapan akhirnya. Bahkan, kondisi terkini wabah pandemi ini semakin meningkat. Peningkatan ini ditandai dengan pengumuman perpanjangan masa PPKM oleh presiden republik Indonesia.
Dilansir dari Kompas.com (2/8/2021), Presiden Joko Widodo melalui tanyakan siaran langsung dari You Tube Sekretariat Presiden menyampaikan bahwa pemerintah menetapkan masa perpanjangan PPKM hingga 9 Februari terhitung dari tanggal 3 Agustus 2021. Tentunya, pemberlakuan masa PPKM ini juga turut memengaruhi bidang pendidikan. Pasalnya pendidikan adalah tolak ukur suatu negara.
Berdasarkan pendidikan pulalah karakter atau moral bagi para peserta didik dapat terbentuk dengan baik, karena selain mendapatkan dasar dari lingkungan keluarga tentunya di dunia sekolah terhadap desain setiap mata pelajaran untuk mengutamakan akhlak atau moral. Moral menjadi hal yang digaungkan dan di progreskan pada kurtilas atau kurikulum 2013.
Berdasarkan Jurnal Ansiru PAI dengan judul Pengembangan Kurikulum 2013 sebagai Pembentuk Karakter Akhlakul Karimah yang ditulis oleh Aisyah menyatakan bahwa kurikulum 2013 lebih menekankan pada pendidikan karakter. Sudaryanti dalam jurnalnya yang berjudul Pentingnya Pendidikan Karakter
bagi Anak Usia Dini juga menyampaikan bahwa pendidikan karakter merupakan pendidikan yang ideal untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan tantangan. Berdasarkan hal tersebut setidaknya telah menggambarkan betapa pentingnya sebuah lembaga pendidikan itu berorientasi pada peningkatan moral dengan pendidikan karakter tersebut.
Peningkatan moral di masa pandemi ini memerlukan perhatian yang serius. Pasalnya, bidang pendidikan termasuk bidang yang cepat beradaptasi dengan adanya’ pembelajaran jarak jauh atau online di masa pandemi. Tentunya ada harapan dan juga tujuan di adakanya pembelajaran online ini.
Berbagai macam aplikasi kini turut serta mewarnai menjadi wadah belajar yang dapat dijadikan ruang kelas, sêpêrti zoom, google meet, spreadsheet, google classroom, dan lain sebagainya. Tentunya dari setiap tampilan ini memiliki banyak kekurangan dan juga kelebihan. Salah satu kekurangan yang perefek pada dampak negatif dari adanya pembelajaran jarak jauh ini adakah minimnya penamaan moral pada setiap anak.
Anak, dalam masa peningkatan moral tentunya membutuhkan seorang role model secara langsung yang dapat saksikan disampaing pembekalan materi dan juga dasar yang mendukung. Role model ini salah satu hadir dari sosok seorang guru di sekolah. Namun, karena wabah corona ini tidak kunjung usai maka pembelajaran dalam jaringanpun tidak dapat dielakkan hingga masa pembelajaran baru seperti sekarang ini.
Anak-anak yang hanya mendapatkan asupan dari layar tentulah tidak cukup sebagai bekal untuk meningkatkan moral, selain diperparah dengan kedua orang tuanya yang belum dapat mendidiknya secara bijak. Apabila hal ini terus dibiarkan maka moral generasi Indonesia semakin terkikis atau mengalami degradasi moral.
Berdasarkan hal tersebut, di tahun baru Islam ini merupakan saat yang tepat untuk membawa perubahan, menebar manfaat dan bererosulusi untuk perbaikan moral bagi pemuda harapan bangsa. Maka dari itu penulis mengajak kepada para pemuda untuk meningkatkan kepedulian kepada masyarakat serta adik-adik agar mereka dapat menyaksikan praktek atau menjadi role model. Dengan demikian, di tahun baru hijriah ini merupakan waktu yang tepat meningkatkan moral bagi mahasiswa.
Oleh: Yulia Mayasari, Kabid PTKP HMI Komisariat FITK




