Mahasiswa KKN MIT 20 Posko 35 Gelar Program Tanam Toga Bersama Warga Kalipucung

tanam toga

KKN MIT 20 Posko 35 UIN Walisongo Semarang menggelar program “Tanam Toga” bersama warga Dusun Kalipucung, Desa Genting, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, pada Jumat siang, 8 Agustus 2025. Kegiatan ini dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai di Aula Balai Dusun Kalipucung.

Program “Tanam Toga” bukan sekadar rutinitas menanam tanaman obat keluarga (TOGA), melainkan upaya konkret mahasiswa bersama masyarakat untuk menghidupkan kembali budaya bercocok tanam yang sehat, alami, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan menanam toga, masyarakat diajak untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan obat herbal, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Genting beserta perangkat desa, serta ibu-ibu PKK Dusun Kalipucung yang menjadi garda terdepan dalam mengelola lingkungan rumah tangga. Keterlibatan lintas unsur desa membuat kegiatan ini terasa lebih hidup, karena semua pihak hadir dengan semangat gotong royong dan rasa ingin tahu yang tinggi tentang manfaat toga.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan mahasiswa KKN, dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Desa Genting yang menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat. Setelah itu, ibu-ibu PKK bersama mahasiswa menanam bibit toga seperti rosela, kelor, salam, tabebuya, dan berbagai tanaman herbal lainnya. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika para peserta saling berbagi cerita dan pengalaman seputar manfaat toga dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Melalui program ini, mahasiswa KKN MIT 20 Posko 35 berharap tumbuh kesadaran baru di tengah masyarakat Desa Genting, khususnya Dusun Kalipucung, untuk menjaga lingkungan dengan cara sederhana namun berdampak besar. Tidak hanya menghasilkan tanaman herbal yang bermanfaat, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong.

Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga, program “Tanam Toga” menjadi bukti nyata bahwa gerakan kecil bisa membawa dampak besar bagi keberlanjutan hidup sehat dan harmonis di tengah masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *