Hari Zeni: Sikap Umat Islam dalam Memperingati Hari Peringatan Pasukan Zeni TNI Angkatan Darat

Hari Zeni adalah hari peringatan bagi pasukan Zeni TNI Angkatan Darat yang telah berjuang dan berkorban untuk membela dan mempertahankan negara Indonesia. Islam adalah agama yang mengajarkan kita untuk berbuat baik dan bermanfaat bagi sesama manusia dan makhluk Allah SWT. Apa saja nilai-nilai yang dapat kita ambil dari hari Zeni dan Islam?
Sudah 7 dekade peringatan hari Zeni dilaksanakan, hari yang ternyata menyimpan sejarah panjang di dalamnya. Sejarah yang berawal dari zaman penjajahan Belanda. Pada saat itu, Zeni merupakan bagian dari pasukan KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indische Leger) yang bertugas untuk membantu pergerakan pasukan infanteri dan lainnya. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah membentuk Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) sebagai lembaga pendidikan Zeni TNI AD pada tahun 1945 (Wibawana, 2023).
Pada tanggal 15 April 1950, terjadi peristiwa serah terima antara Depot Genie Troepen KNIL kepada TNI AD. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Pusdikzi atau HUT Zeni berdasarkan Surat Keputusan Kasad No. 263. KSAD/ KPTS/1954 tertanggal 27 september 1954. Sejak saat itu, Zeni terus berkembang dan berperan aktif dalam membantu tugas-tugas militer dan operasi tempur di berbagai medan (Wibawana, 2022).
Tugas pasukan Zeni TNI AD sangat beragam dan penting, di antaranya adalah konstruksi prasarana militer khususnya di daratan, pembangunan perkubuan, khususnya konstruksi dan destruksi militer di medan perang, Penyamaran atau kamuflase, penyelidikan, penjinakan bahan peledak (Jihandak), dan penyediaan fasilitas hidup di lapangan bagi pasukan (Wibawana, 2022).
Pemaknaan Hari Zeni dalam Islam
Umat Islam dapat memaknai hari Zeni sebagai salah satu bentuk pengamalan ajaran Islam yang mengajarkan untuk berbakti kepada tanah air dan menjaga keamanan dan kedamaian di muka bumi. Umat Islam juga dapat mengambil pelajaran dari semangat dan dedikasi pasukan Zeni yang selalu siap sedia dalam melaksanakan tugas-tugas militer dan operasi tempur di berbagai medan. Sebagaimana di dalam surat Al-Anfal ayat 61:
وَاِنْ جَنَحُوْا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Wa in janaḥụ lis-salmi fajnaḥ lahā wa tawakkal ‘alallāh; innahụ huwas-samī’ul-‘alīm.
Artinya: Tetapi jika mereka condong kepada perdamaian, maka terimalah dan bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Ayat ini menjelaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi perdamaian dan diplomasi dalam berhubungan dengan musuh dalam perang. Jika musuh menunjukkan sikap damai, maka umat Islam harus menerimanya dan tidak bersikap curiga atau bermusuhan.
Umat Islam dapat menunjukkan sikap positif dalam memperingati hari Zeni dengan cara-cara seperti mengucapkan selamat kepada para anggota Zeni TNI Angkatan Darat dan memberikan doa agar mereka selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalankan tugasnya, mengenal lebih dekat tentang sejarah, peran, dan tugas pasukan Zeni TNI Angkatan Darat melalui media sosial, buku, atau sumber lain yang terpercaya. Kemudian mengapresiasi karya-karya pasukan Zeni TNI Angkatan Darat yang telah banyak memberikan kontribusi bagi pembangunan infrastruktur dan prasarana militer di Indonesia.
Maka hari Zeni dapat dimaknai sebagai hari untuk belajar dari semangat dan dedikasi pasukan Zeni yang selalu siap sedia dalam melaksanakan tugas-tugas militer dan operasi tempur di berbagai medan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang mengajarkan untuk bekerja keras dan ikhlas dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah SWT.
Korelasi Islam dengan Hari Zeni
Korelasi atau kesamaan hari Zeni dan Islam adalah bahwa keduanya memiliki nilai-nilai yang berkaitan dengan bakti, pengabdian, dan pengorbanan untuk kepentingan yang lebih besar. Hari Zeni merupakan hari peringatan bagi pasukan Zeni TNI Angkatan Darat yang telah berbakti dan berkorban untuk membela dan mempertahankan negara Indonesia. Islam merupakan agama yang mengajarkan umatnya untuk berbakti kepada Allah SWT dan berkorban untuk kebaikan umat manusia.
Kesamaan lainnya adalah bahwa keduanya memiliki sumber inspirasi yang kuat yaitu sejarah dan teladan. Hari Zeni diperingati dengan mengenang sejarah perjuangan pasukan Zeni TNI Angkatan Darat sejak zaman penjajahan hingga saat ini. Islam dipraktikkan dengan mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya yang telah menunjukkan contoh-contoh akhlak mulia dan dakwah Islamiyah.
Simpulan
Hari Zeni memiliki banyak makna dan hikmah yang bisa kita petik sebagai umat Islam dan warga negara Indonesia. Pertama, hari Zeni mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang dan berkorban untuk negara dan bangsa. Mereka adalah teladan bagi kita dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Mereka juga telah menunjukkan sikap patriotisme, loyalitas, dan integritas yang tinggi dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara Indonesia.
Kedua, hari Zeni mengajarkan kita untuk memiliki semangat dan dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing. Sebagai prajurit Zeni, mereka memiliki tugas yang sangat berat dan penting dalam mendukung operasi-operasi militer maupun non-militer. Mereka bertanggung jawab atas pembangunan infrastruktur pertahanan, pengamanan wilayah perbatasan, penanggulangan bencana alam, hingga bantuan kemanusiaan. Mereka juga harus siap menghadapi segala tantangan dan risiko yang mungkin terjadi di medan tugas. Oleh karena itu, mereka harus memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan yang mumpuni serta mental yang kuat dan tangguh.
Ketiga, hari Zeni mengajarkan kita untuk menjadi warga negara yang baik dan taat hukum yang mendukung upaya-upaya menjaga keutuhan dan kedaulatan negara Indonesia. Sebagai prajurit Zeni, mereka harus tunduk dan patuh kepada perintah atasan serta menghormati hukum dan peraturan yang berlaku. Mereka juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan ideologi bangsa. Mereka juga harus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta toleransi dan kerukunan antar sesama.
Keempat, hari Zeni mengajarkan kita untuk bersyukur atas nikmat dan karunia Allah SWT yang telah memberikan kita kesempatan untuk hidup di negara yang merdeka dan berdaulat. Sebagai umat Islam, kita harus menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah anugerah dari Allah SWT yang harus kita syukuri dengan cara beribadah kepada-Nya serta beramal sholeh kepada sesama. Kita juga harus memohon perlindungan dari Allah SWT agar kita terhindar dari segala fitnah dan godaan yang dapat merusak iman dan akhlak kita.
Demikianlah simpulan yang bisa kita ambil dari pembahasan tentang hari Zeni. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dan inspirasi dari para prajurit Zeni yang telah berjuang dan berkorban untuk negara dan bangsa. Semoga kita juga dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, negara, dan bangsa. Aamiin.

Daftar Pustaka:
Wibawana, W. A. (2023). Hari Zeni TNI AD 15 April 2023: Sejarah dan Serba-serbinya. detikNews. Diakses pada 14 April 2023 dari https://news.detik.com/berita/d-6671268/hari-zeni-tni-ad-15-april-2023-sejarah-dan-serba-serbinya
Wibawana, W. A. (2022). Hari Zeni 2022: Tema Peringatan dan Sejarah Pasukan Zeni di Indonesia. detikNews. Diakses pada 14 April 2023 dari https://news.detik.com/berita/d-6030423/hari-zeni-2022-tema-peringatan-dan-sejarah-pasukan-zeni-di-indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *