Garut – Siapa sangka, anak dari seorang buruh di daerah terpencil di kecamatan Pameungpeuk, Garut berhasil kuliah dan lulus dari Guilin University of Electronic Technology (GUET). Erik Hanip Permana (22) lulus dan kembali ke kampung halamannya di Desa Jatimulya, Pameungpeuk, Garut pada hari Sabtu (9/7/2022) kemarin, la kemudian membagi ceritanya kepada tim redaksi Baladena.id dalam perjalanan menempuh pendidikan di GUET.
Erik berasal dari keluarga sederhana di desa terpencil di Kecamatan Pameungpeuk, Garut la menempuh pendidikan SD di SDN Jatimulya 4, SMPN 1 Pameungpeuk, dan SMKN 5 Garut. Semasa SMP Erik aktif dalam berbagai macam organisasi diantaranya Osis dan Paskibra, la tergolong ke dalam siswa aktif berprestasi dan memiliki kemampuan akademik diatas rata-rata. Sedangkan pembentukan karakter dan mentalnya, Erik dapatkan saat bersekolah di SMKN 5 Garut mengambil jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan (TKJ).
Saat SMK, Erik pernah menjadi delegasi Duta Hukum dan HAM tingkat provinsi Jawa Barat mewakil kabupaten Garut dan sekolahnya. Tidak hanya itu, la juga menjadi delegasi paskibraka tingkat provinsi Jawa Barat pada tahun 2016. Kiprahnya di dunia organisasi membentuk Erik menjadi pribadi yang bertanggungjawab dan berani ambil resiko. Salah satu keputusan Erik dalam berani ambil resiko adalah saat ia menerima beasiswa untuk berkuliah di China. Tentu hal itu bukanlah mudah bagi Erik anak kampung yang bahkan tak fasih berbahasa asing. Namun dengan semangat mencari ilmu, ia kemudian memberanikan diri mengambil beasiswa itu dan berangkat ke negeri tirai bambu tanpa persiapan yang berarti.
Tiga tahun berlalu, Erik yang dulu tak pandai berbahasa mandarin, kini telah menyelesaikan tugasnya sebagai seorang insan akademis. Kini la lebih percaya diri dan berusaha meyakinkan kaum muda bahwa jika ada kemauan pasti ada jalan, semustahil apapun itu. Erik memiliki keinginan untuk mengajak kaum muda khususnya di Desanya untuk berani melangkah keluar dari zona nyaman dan mengenyam Pendidikan yang tinggi. Tak sampai disitu, pria berbadan tinggi besar itupun berambisi untuk melanjutkan studinya ke luar negeri kembali, entah itu di Jerman atau di negara-negara lain.







