Puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Durasi waktu puasa, sebagaimana yang dijelaskan dalam Surah al-Baqarah ayat 187, dimulai sejak fajar terbit sampai Matahari terbenam. Pelaksanaan ibadah puasa dapat dilaksanakan setiap hari, tetapi untuk pelaksanaan puasa yang wajib dilaksanakan pada Bulan Ramadan.

Sebagai simbol telah melaksanakan puasa secara penuh, saat terbenam Matahari, ditutup dengan makan dan minum secukupnya. Kebanyakan orang Indonesia menyebut kegiatan ini dengan sebutan “buka puasa”. Bacaan penulis, disebut “buka puasa” karena saat itu seseorang membukaa mulutnya untuk makan dan minum. Dengan demikian, maksud buka puasa adalah membuka mulut, saat waktu puasa telah selesai (Matahari terbenam), untuk makan dan minum.

Selain makan dan minum, hal yang utama dilakukan dalam buka puasa adalah membaca doa buka puasa. Sebagai umat Islam, sudah sepatutnya kita beraktivitas sesuai dengan anjuran al-Qur’an dan al-Hadis. Berikut doa buka puasa yang sesuai dengan Hadis Nabi Muhammad Saw:

1. Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim

Doa yang lazim digunakan muslim Indonesia berasal dari sahabat Nabi, Muaz bin Zuhrah yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Bukhari, dan Muslim sebagai berikut.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya:
Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa, dan kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Baca Juga  Menjaga Keuangan Selama Ramadhan

2. Hadis Riwayat Abu Dawud

Doa yang umum dibaca kedua berasal dari sahabat Mabi Muhammad, Abdullah bin ‘Umar yang juga diriwayatkan Abu Dawud sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya:
Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.

Hal yang lazim dilakukan umat Islam adalah membaca doa buka puasa sebelum makan dan/atau minum. Padahal, doa buka puasa dibaca selepas menyantap hidangan. Alasan karena bacaan doa tersebut yang menggunakan kata kerja lampau (fi’il madhli), sehingga utamanya diucapkan selepas berbuka puasa.

Dengan demikian, alurnya membaca doa makan-menyantap hidangan sebegai simbol telah berbuka puasa-membaca doa buka puasa. Hal ini dijelaskan juga oleh Abu Bakar Muhammad Syatha dalam kitabnya Hasyiyah I’anah at-Thalibin (1995), “Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka.” (Juz II, hlm. 297)

Doa buka puasa di atas sangat mudah dihapalkan dan dipahami agar kita dapat mengamalkan dengan lebih hikmat. Pengetahuan doa buka puasa yang benar dapat menyempurnakan ibadah puasa kita dengan baik, sehingga ibadah puasa kita dapat diterima dengan baik oleh Allah Swt dan mendapatkan balasan yang setimpal dan sebaik-baiknya pembalasan.

Petisi Online sebagai Sarana Partisipasi Rakyat secara Cepat dan Tepat

Previous article

Hikmah Jum’at-103: Investasi Industri Miras Tidak Jadi…? (bagian ke-1)

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Doa