Dalil Aksi Demonstrasi dalam Alquran

Kedaulatan pemerintah se-nusantara pekan lalu telah diguncang oleh masyarakat setempat. Ironisnya yang berdemonstrasi kepada Gurbenur dan DPR di daerah mereka adalah kalangan mahasiswa dan mahasiswi.

Terjadinya perilaku tersebut karena adanya undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja yang telah disetujui oleh Badan Legislasi DPR dan Pemerintah.  Anehnya lagi undang-undang tersebut digagas disaat kondisi pandemic wabah covid-19.

Tindakan menggagas Omnibus Law Cipta Kerja saat pandemic wabah-19 ini menyimpan misteri tersendiri bagi masyarakat. Karena jika berkaca pada Islam

tindakan tersebut semestinya tidak dilakukan pada saat pandemic dan harus ada musyawarah secara matang dari berbagai pihak. Sebagaiman bunyi firman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an :

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ

Pada ayat “wasyawirhum fi al-amr”  di tafsiri oleh al-Maraghi bahwa musyawarah adalah salah satu cara pengambilan keputusan yang ideal dalam menentukan sebuah perkara. Dalam implementasi dikehidupan umat Islam, seharusnya musyawarah harus diprioritaskan sebagai bahan pertimbangan dan tanggung jawab bersama di dalam setiap mengeluarkan keputusan.

Dengan begitu, maka setiap keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah akan menjadi tanggung jawab bersama. Tegas al-Maraghi memutuskan perkara secara bersama-sama itu lebih jauh dari kesalahan ketimbang memutuskan secara minoritas. (al-Maraghi, v 4, h. 114).

Sehubungan dengan hal ini,  maka sangat wajar jika masyarakat turun jalan hanya ingin menuntut haknya kepada pemerintah terkait suatu kebijakan yang dinilai merugikan mereka. Tujuan mereka tidak lain ialah menyampaikan pendapat untuk mengingatkan pemerintah maupun DPR tentang apa yang menjadi haknya, jadi wajarlah jika mereka menyampaikannya dengan cara turun dijalan bersama-sama. Ujar, Ketua MUI Bidang Fatwa.

Baca Juga  Mengenal Sejarah Perkembangan Tafsir Modern

Iya benar, al-Qur’an telah mengajarkan umat Islam untuk taat kepada pemimpin maupun pemerintah setempat.  Sebagaimana bunyi firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu”.( QS. al-Nisa’:59)

Terkait ayat di atas,  Negara Indonesia telah diberi peringatan oleh ulama’ legendaris nusantara yang bernama Imam Nawawi al-Bantani, dalam kitab tafsirnya ia menafsiri ayat di atas, tepat pada ayat “uli al-amri minkum”  bahwa taat kepada pemerintah itu terkadang bisa wajib dan terkadang bisa tidak.

Dikatakan wajib jika pemerintah menjalankan amanatnya sesuai dengan syara’, melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan perilaku pemerintah yang bergantung atas fatwa para ulama’. Pemerintah yang demikian ini menurut Imam Nawawi al-Bantani wajib ditaati (al-Nawawi, Marah Labid, v 1, h.204).

Dicky Adi Setiawan
Peneliti Muda Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan RI tahun 2020 dan Mahasiswa Ilmu al-Qur'an dan Tafsir Di Kampus AL-FITRAH Surabaya.

    Planet NUFO Jadi Tempat Belajar Anak Para Aktivis

    Previous article

    Planet Nufo, Inovasi Pesantren Salaf-Modern, dan Wirausaha

    Next article

    You may also like

    Comments

    Ruang Diskusi

    More in Tafsir