Cinta dan Angan
Seseorang tak akan pernah tahu betapa dalam kadar cintanya sampai terjadi sebuah perpisahan-Kahlil Gibran
Cinta adalah suatu hal yang sangat penting untuk diperjuangkan. Dengan cinta, hidup serasa berbunga-bunga. Banyak tokoh terkenal mendefinisikan kata cinta. Aku teringat kata-kata seorang filsuf terkenal, yakni Aristoteles yang merupakan murid dari Plato. Dia mengungkapkan bahwa cinta adalah satu hati yang berada dalam dua tubuh. Bagaimana tidak, ketika seseorang jatuh cinta, perasaan dua jiwa tampak sama. Ternyata pendapat mengenai cinta tidak melulu diungkapkan oleh orang yang ahli saja, tetapi semua orang yang terlibat di dalamnya bisa berbeda-beda.
Banyak orang yang terbuai karena cinta. Kisah yang sangat lumrah yang sangat sering didengar oleh telinga adalah Qays dan Laila. Kisah cinta mereka mengungkapkan bahwa cinta adalah sesuatu yang dapat membuat orang menjadi tergila-gila. Qays dianggap sebagai orang gila karena jatuh cinta dengan orang yang salah. Ada banyak lagi kisah cinta yang membuat gila sebenarnya. Dari mulai tak direstui orang tua sampai cinta yang tak disambut oleh rasa. Mungkin inilah yang mengakibatkan orang Yunani kuno mengungkapkan bahwa cinta adalah kegilaan para dewa.
Ketika terjadi suatu hal negatif yang tak diinginkan mengenai cinta, seseorang dapat saja menghalalkan segala cara untuk mempositifkannya. Hal ini seringkali ditunjukkan dalam berbagai tayangan film yang ada. Hal-hal yang direkayasakan dalam berbagai film banyak sekali menjadi realita dalam dunia nyata. Itulah cinta, yang sering membutakan jiwa. Cinta juga sering membuat semuanya terasa sempurna walaupun seutuhnya adalah terdapat kecacatan yang nyata.
Banyak sekali pandangan dan aksi mengenai cinta yang beredar di mana-mana yang bisa membuat banyak orang sering melupakan makan, minum dan aktivitas penting lainnya. Menurutku, cinta itu adalah partikel yang sederhana. Hanya saja komponen di dalamnya harus direalisasikan dengan cara yang istimewa. Replika cinta yang sangat penting untuk ditanyakan adalah mengenai saling melengkapi atau mengurangi, saling memahami atau melempari, saling melindungi atau menyakiti dan yang terpenting adalah saling memiliki atau menyangkali.
Diriku sangat mengharapkan agar cinta ini terearilsasi dengan indah. Dalam mencintai seseorang, pastilah harus dilakukan seribu cara, terutama dalam mencintai orang yang istimewa. Menuai cintanya adalah hal yang terpenting ku rasa. Aku sering bermimpi untuk mewujudkannya. Namun, ku rasa mimpi itu akan sia-sia saja jika tidak disertai perjuangan yang membara. Ku mulai bulatkan tekad dan semangat demi menggapai segala asa. Aku takut jika cintaku seperti perkataan Kahlil Gibran, seorang penyair dan penulis terkenal. Beliau berpendapat bahwa seseorang tak akan pernah tahu betapa dalam kadar cintanya sampai terjadi sebuah perpisahan.
Cinta harus ku lakukan dengan bermimpi walaupun terasa terhimpit. Aku tahu, pada langkahan awal dalam mewujudkan mimpi sangatlah sulit. Kesukaran hidupku dalam meraih angan dan asa tergambarkan oleh ilsutrasi mendaki bongkahan batu berbukit-bukit. Akan tetapi, keyakinan dalam jiwa selalu tertanam dan ku harap tidak jadi suram oleh kenangan silam. Seringkali langkah kakiku terombang-ambing. Aku tak tahu harus memulai atau melanjutkan. Aku juga sering stagnan dan tidak komitmen terhadap angan.
Setelah dia menghilang karena peristiwa mencekam, hatiku terasa kelam. Ku ingat kata-katanya yang begitu tajam, hingga ku takut untuk tidak berbuat hal yang lebih mendalam. Ku mulai lagi untuk mengumpulkan pundi-pundi semangat agar nanti cita-cita dapat ku gapai dengan cepat dan cinta dapat berlabuh dengan tepat. Aku seringkali mengingatnya. Dalam sepanjang sejarah, dialah orang yang pertama kali membuatku menangis sejadi-jadinya dan akhirnya menjadikan cintaku sangat mendalam terhadapnya.
Kehilangannya menjadikanku merasa sangat sedih dan membuat hatiku hancur selebur-leburnya. Dia adalah seorang yang hebat. Aku mengidolakan dia karena perjuangannya terhadap nasib umat dan bangsa. Hal inilah yang kerap kali mendorongku untuk membuang stagnasi angan yang sempat ku biarkan. Namun, apakah dapat ku raih impiannya yang sering diselipkan dalam do’a di sepertiga malamnya agar kami menjadi ulama, bukan dalam bidang agama saja tapi mencakup semuanya dengan kelakukanku yang sangat tidak rasional.
Selain itu, berbagai kisah silih berganti menghiasi tiap sudut hidupku. Aku mencintai itu tapi ada hal yang lain datang mengganggu tanpa ku tunggu. Inilah kisahku tentang cinta, cara mengungkapkannya ataupun berhenti memikirkannya. Ku salurkan ungkapan rasa yang sarat akan makna. Ku ingin buktikan bahwa cinta tak mungkin dapat membuat gial jika dihiasi dengan keikhlasan jiwa.







