Puisi

Di Kala Itu

Dentum senapan di setiap penjuru Terdengar hingar sedikit mengganggu Bercak noda merah di bajumu Serta merta lututmu yang membiru  

Puisi

Cemburu (?)

Aku sendiri tidak tau harus memulai cerita dari mana. Semua terjadi begitu saja. Tentang rasa yang tiba-tiba ada di dalam

Puisi

Hidup

Ketika ada masalah Aku tau kita tidak bisa melihat bagaimana akhirnya Tapi bukankah kita tetap akan terus berjalan? Untuk melewati

Puisi

Altair

Pada suatu hari, ketika semua planet sibuk dengan garis edarnya masing-masing dalam suatu galaksi yang kian lama semakin tua, muncul

Puisi

Do’a untuk Anakku

Tuhanku… Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui kelemahannya. Dan, berani menghadapi dirinya sendiri saat dalam ketakutan. Manusia

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.