Ayah Ideal adalah Pemimpin Ideal

 

Keluarga adalah institusi yang paling dasar dalam kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesia masih menganggap keluarga merupakan organisasi terkecil yang mampu mengontrol dan menjaga seorang individu di sektor publik. Konsep keluarga Indonesia dari dulu hingga kini yakni seorang pemimpin keluarga harus diketuai oleh laki-laki. Peran laki-laki di keluarga berhak membuat dan menentukan setiap kebijakan untuk anak, istri, maupun saudaranya.

Jika ditanyakan kepada anak-anak, siapa pahlawan dalam hidup mereka? Sebagian besar dari mereka dapat dipastikan menjawab “Ayah”. Ayah memiliki peranan yang penting dalam pertumbuhan, dan pembentukan karakter sang anak. Banyak juga anak-anak yang memegang teguh prinsip yang diajarkan ayah, sampai anak-anak tersebut menjadi orang-orang yang sukses. Ayah yang benar, bukan sekadar memberikan petuah prinsip atau nasihat saja, tapi dia juga menerapkan apa yang diajarkan kepada anak-anaknya.

Ayah yang baik tidak memanjakan anaknya dengan fasilitas yang serba mewah, dan menjanjikan anaknya untuk meninggalkan warisan berupa harta dan tahta. Ayah yang baik adalah ayah yang mengajarkan kepada anaknya untuk mandiri dan berani untuk berdiri di atas kakinya sendiri. Ayah yang mengarahkan anaknya tanpa intervensi atau paksaan kamu harus jadi ini dan itu, melainkan memberikan sejumlah alternatif dan pilihan kepada anaknya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Pada waktunya, anak-anak itu akan menimbang apa yang terbaik untuk dirinya.

Bacaan Lainnya

Ayah adalah kepala rumah tangga, pelindung, pemegang aturan seta pengayom bagi anak dan istri. Apa jadinya jika ayah yang tidak mampu menjaga dan mengayomi anaknya, bercita-cita tinggi ingin mengayomi anak-anak suatu bangsa? Pastilah menimbulkan pertanyaan dan cibiran, karena semua di mulai dari keluarga. Mulai jadi pemimpin di komunitas kecil bernama keluarga seorang ayah dilihat, jika dia tidak mampu memimpin keluarganya, bagaimana dia bisa memimpin kelompok yang lebih besar? Ayah ideal yang dirindukan para anak adalah ayah yang bisa menerapkan prinsip kepemimpinan “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mbangun Karso dan Tut Wuri Handayani”, Di depan dia memberikan keteladaanan pada anaknya.

Selanjutnya, ayah harus mengerti apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan anak, juga memiliki sikap egaliter kepada anak-anaknya. Penting juga bagi seorang anak memiliki ayah yang mampu memotivasi serta memberikan dorongan kepada sang anak untuk mengejar cita-citanya setinggi langit. Tidak lupa juga, ayah harus berani mengambil sikap untuk menghukum jikalau sang anak melakukan kesalahan. Tentunya dengan porsi yang sesuai dengan kesalahan yang dilakukan anaknya. Selain itu, sikap tegas sang ayah, tidak perlu ditunjukan dengan suara tegas dan terkesan kasar. Cukup dengan memberikan hukuman sesuai porsi kepada sang anak, ketika kesalahan dilakukan oleh anak itu.

Ayah ideal tidak menebarkan ancaman yang membuat anak merasa ketakutan. Tapi berupaya menjauhkan ancaman dari sang anak. Ayah akan menutupi ancaman itu sendiri, sambil tetap melindungi anak agar terhindar dari ancaman. Sosok ayah yang baik dan ideal, merupakan pemimpin yang ideal. Apalah gunanya seorang ayah terlihat hebat ketika memimpin di luar, tapi rumah tangganya sendiri tak mampu dia pimpin? Anaknya sendiri tak percaya pada ayahnya, ibu sang anak pun dibuat kecewa oleh ayah tersebut, karena sebelum menjadi pemimpin besar, dimulai dulu dari memimpin diri sendiri dan komunitas terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *