Selamat malam, bulan dan bintang
Izinkan aku duduk di depan bangunan yang tersusun dari ribuan batu bata ditemani angin yang menyapa
Menikmati keindahan tiap-tiap detik yang telah dirangkai oleh-Nya
Berbagai hal kurasakan
Segelap apapun malam ini, terkadang aku hanya perlu diam dan merenung.
Hidup selalu memberikan kesempatan kedua bukan? Itu disebut dengan hari esok
Serumit apapun keadaan, berapapun tetesan air mata yang keluar
Aku hanya ingin menjadi dewasa dalam menyikapi semua seni dalam hidupku
Kepada Bulan September yang sudah menyapa
Kepada Bulan kelahiran yang sudah bersiul
Kepada tanggal 2 yang tepat di depan pelupuk mata
Sungguh tidak kusangka, diri ini sudah melewati 19 tahun menyelami arus kehidupan dengan begitu banyak rasa
Umur yang sudah masuk kepala dua ini
Ibarat bunga yang masih harum-harumnya mekar dan siap dipetik
Terima kasih untuk raga yang masih kuat bertahan dimasa sulit
Banyak resolusi yang ingin kucapai, banyak juga yang tertunda, ada beberapa yang tidak ingin ku ingat, dan segera ingin aku sudahi.
Tapi hey, aku masih bertahan, aku masih kuat, Semua akan membaik, akupun sebenarnya gak yakin, tapi bukankah sedikit harapan boleh disertai sedikit keraguan?
Jangan lupa untuk tundukkan kepala, dan memohon untuk apa-apa yang kita ingin lakukan
Agar semuanya aman terkendali pada jalur yang benar
Karena setiap yang terjadi, ada dalam kehendak-Nya
Cukup berdo’a, berusaha, dan berserah.
Dear, Aku
Terima kasih sudah menjadi kuat hingga sekarang
Maaf kalau terlalu keras kepada diriku sendiri
Lupa mendengarkan bahwa aku terlalu sedih atau lelah
Maaf jika terlalu berusaha untuk terlihat kuat padahal tidak
Maaf juga, karena seringkali mengabaikan perasaan dan tidak mau mendengar sama sekali
Tentang letihnya berusaha lebih keras untuk terlihat bahagia
Apapun yang terjadi, mohon bertahanlah untuk kuat.
Perjuangan kita belum selesai
Kehidupan akan selalu berjalan meski air matamu jatuh sendirian
Semoga selalu dimudahkan meski sedang sulit-sulitnya
Semoga diberi sabar lebih tebal dari sebelumnya
Semoga pandemic segera berakhir
Semoga tidak ada lagi yang dipanggil
Ulang tahun?
Tidak ada yang lama? Bukan
Tidak ada yang baru? Bukan
Ini hanya masalah diriku mau atau tidak.
Berharap hidupku berubah menjadi lebih baik dari umur sebelumnya?
Oh, Tidak bisa…
Tidak ada gunanya menyambut kehadiran hari lahir kalau aku sendiri masih sama seperti usia-usiaku yang telah berlalu
Si putus asa
Si pemalas
Si tidak percaya
Si Pesimis
Percayalah…
Bertambahnya usia ke usia akan tetap sama saja jika diri sendiri enggan mengubah diri menjadi lebih baik
Jika diusia sebelumnya I’m nothing, diusiaku yang menginjak senja ini I must be something
Happy birthday for me who wants to try to be better person the better







