Pengertian Shalat Berjamaah dan Keutamaannya

Pengertian Shalat Berjamaah dan Keutamaannya
Istimewa

Sebelum menguraikan pengertian shalat berjamaah, mari kita kupas makna kata shalat dan jamaah.

Shalat secara bahasa berarti doa. Dalam bahasa lugasnya, shalat mengandung arti ‘mengagungkan’. Sementara jika ditinjau dari akar kata shalat, maka shalla-yashallu-shalatan adalah akar kata shalat dalam bahasa Arab.

Jika ditelisik lebih lanjut, maka kata shalat, jamaknya adalah shalawat yang mengandung pengertian menghadapkan seluruh pikiran untuk bersujud, bersyukur dan memohon bantuan (lihat Khairunnas Rajab, Psikologi Ibadah, 2011: 91).

Sementara secara istilah, makna shalat adalah ibadah yang terdiri dari perbuatan dan ucapan tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam ( Hasbiyallah, Fiqh dan Ushul Fiqh, 2013: 175). Dengan demikian, shalat adalah ibadah kepada Allah yang dijalankan berdasarkan syarat-syarat tertentu sebagaimana yang telah disyari’atkan dalam Islam.

Bacaan Lainnya

Menurut Sayyid Sabiq, shalat ialah suatu ibadah yang terdiri dari perkataan-perkataan (bacaan) dan perbuatan-perbuatan (gerakan) tertentu yang dimulai dengan takbir bagi Allah dan diakhiri dengan memberikan salam (Sayyid Sabiq, 1973: 2015). Pengertian seperti merupakan pengertian shalat yang telah disepakati oleh jumhur ulama.

Adapun kata jamaah diambil dari kata al-ijtima’ yang memiliki arti ‘kumpul’. Dengan demikian, jamaah dapat diartikan sejumlah orang yang berkumpul dikumpulkan oleh satu tujuan ( lihat Mahir Manshur Abdurraziq, Mu’jizat Shalat Berjamaah, 2007: 66). Sebuah perkumpulan yang tidak memiliki tujuan tertentu tidak bisa disebut dengan jamaah. Jadi, penekanannya berada pada perkumpulan yang memiliki minimal satu tujuan mulia. Hal ini berbeda dengan kerumunan. Sebab, kerumunan hanya sekedar sebuah perkumpulan tanpa adanya tujuan tertentu.

Berdasarkan pengertian shalat dan jamaah sebagaimana diuraikan di atas, dapat ditarik sebuah pemahaman yang mendalam tentang pengertian shalat berjamaah. Shalat berjamaah adalah shalat yang dikerjakan secara bersama-sama, sedikitnya dua orang yang terdiri dari satu sebagai imam dan satu lagi sebagai makmum yang bertujuan menyembah Allah dan berserah diri kepada Allah Swt. (Ibnu Rif’ah, 2008: 19).

Keutamaan Shalat Berjamaah

Shalat berjamaah memiliki banyak keutamaan. Keutamaan ini akan memotivasi seseorang dalam menjalankan ibadah secara berjamaah ketimbang shalat sendirian. Berikut beberapa keutamaan shalat berjamaah:

Pahalanya dua pulur tujuh kali lipat daripada shalat sendirian

Keutamaan pertama ini bukan berdasarkan ijtihad ulama, melainkan berdasarkan petunjuk yang disampaikan oleh baginda Nabi Muhammad Saw. Rasulullah bersabda:

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf, ia berkata: ‘telah mengabarkan kepada kita Malik dari Nafi’ dari Abdullah bin Umar, sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: ‘Shalat berjamaah itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan (pahala) dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari).

Mendapatkan pahala seperti haji dan umrah

Pahala umrah tersebut akan diperoleh bagi yang mengerjakan shalat subuh berjamaah kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Abdul Wahab Asy-Sya’roni dalam kitabnya Alminahu Assaniya, sebagai berikut:

Wahai Ali: tetaplah kamu shalat berjamaah. Sesusungguhnya shalat berjamaah disisi Allah bagaikan keberangkatanmu menunaikan ibadah haji dan umrah. Tidak ada orang yang senang shalat berjamaah kecuali orang yang mu’min yang benar-benar telah dicintai Allah dan tidak ada orang yang benci shalat berjamaah melainkan orang munafiq yang benar-benar dibenci Allah.”

Membebaskan diri seseorang dari siksa neraka dan kemunafikan

Seorang yang ikhlas dan istiqomah melaksanakan shalat secara berjamaah, akan diganjar oleh Allah Swt, yakni diselamatkannya dari neraka dan di dunia dijauhkan dari sifat munafiq. Allah akan memberikan taufiq kepada seseorang yang rajin dan ikhlas mengerjakan shalat secara berjamaah.

Diampuni Dosa-dosanya

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari Utsman RA, dia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda:

Barangsiapa yang berwudlu, lalu dia menyempurnakan wudlunya, kemudian dia berjalan untuk menunaikan shalat wajib, lalu dia melaksanakannya bersama orang-orang (berjamaah) di Masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”[]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *