Jelaga Rindu

Baladena.ID/Istimewa

Lambaian udara pagi ini mengundang cakrawala

Membawa angin sekaligus angan

kabut pekat yang tidak berjelaga itu menjadikan raga tidak lagi ragu

Tentang siapa yang sesungguhnya dirindu

Pulanglah untukku!

Atau aku yang berpulang kepadamu?

 

Jangan dulu

Aku belum siap, Kekasihku

Masih banyak mimpi yang segera kunyatakan untuk membahagiakanmu

Maafkan aku jikalau sering menomorduakanmu

Padahal engkau selalu menomorsatukanku

Kekasihku, harapku hanya untukmu

 

Meski rindu ini penuh dengan jelaga

Sedikitpun tidak mengurangi rasaku kepadamu

Rasa itu masih sama

Sejak kontrak priomordial suci itu

Jangan pergi lagi, agar tubuhku tidak makin berkeping-keping

Aku rindu, dan ingin selalu mendekapmu

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *