Remuk redam memeluk saat terdiam
Dengan gusar mata memandang temaram
Ketidaksiapan menggoreskan biru lebam
Hingga tak ku jumpa siapa menanam
Jarak membentang dalam buaian
Saat merpati sampaikan keputusan
Dalam peluk ku nafikan keterputus asaan
Demi pelita harap masa depan
Jika langkah harus ku henti
Mungkin segalanya hilang arti
Segala yang terpupuk tak lagi bersemi
Saat bertemu hambat melukai
Tuhan jalanku yang mana?
Kisahku tak Kau siapkan ci(n)ta?
Sebagai hibur menapaki senja
Saat letih kabarkan warta gembira
Bersandar makhluk sangatlah pelik
Tersebab hati hanya Kau milik
Hinga menjerit terdiam dan memekik
Saat purnama hilang Kau petik
Hanya harap yang ku semogakan
Semoga kau perkenan menguatkan
Untuk meniti jalan yang kau hamparkan
Dalam menempa sang besi harapan
Bulir dan peluh seakan menghujan
Beserta pilu yang sesak berteman
Raga berharap Kau sematkan iman
Sebagai penglipur dalam kegelapan
Asa senyap dalam sunyi
Berbisik kasih tak terkelabuhi
Gemerlap semesta tak kau peduli
Hanya mendamba dekap Ilahi







