Manfaat Corona untuk Bumi

Pandemi COVID-19 telah membuat umat manusia resah. Bagi masyarakat pandemi saat ini merupakan sebuah bencana yang membuat tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Khususnya bulan ramadlan tahun ini, adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Social distancing membuat banyak kebiasaan-kebiasaan masyarakat menjadi berubah.

Wabah COVID-19 juga telah membuat dunia gempar, banyak dampak yang telah ditimbulkan akibat penyebaran virus yang sangat cepat. Jika dilihat melalui kaca mata sosial maka virus ini sangat merugikan. Virus ini telah menyebabkan kemunduran perekonomian di berbagai negara, permasalahan medis, diskriminasi sosial, banyaknya kasus-kasus penimbunan bahan makanan, dan diskriminasi sosial pada pasien positif corona juga tenag medis.

Saat virus ini menyebar dan mengancam kesehatan umat manusia, beberapa negara membuat kebijakan-kebijakan sebagai ikhtiar untuk memutus rantai penyebaran virus ini. Diantara bentuk kebijakan adalah diberlakukan lockdown oleh beberapa negara di dunia. Sementara, Indonesia menerapkan kebijakan pembatasan sipil berskala besar (PSBB). Berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh berbagi negara, secara tidak sengaja telah memberikan dampak positif bagi bumi.

Umur bumi saat ini sudah sangat tua, polusi di mana-mana, pemanasan global menyebabkan lapisan ozon berlubang di sana-sini serta membuat suhu bumi meningkat. Peningkatan suhu bumi berakibat langsung bagi kutub utara dan selatan. Gletser-gletser di kutub mencair, menjadikan volume air laut meningkat. Peningkatan suhu juga berdampak pada kualitas air bersih, jika suhu bumi meningkat maka krisis air bersih akan terjadi. Peningkatan suhu bumi juga dapat menyebabkan menurunnya sistem imun manusia, yang dapat meyebabkan manusia bisa terserang penyakit dengan mudah.

Di antara dampak Pandemi ini adalah membaiknya kualitas udara di beberapa negara seperti China, Italia, hingga Los Angeles. Hal ini disebabkan karena banyak industri di tutup, sehingga polusi udara akibat asap dan limbah pabrik berkurang signifikan. Penurunan polusi udara disebabkan adanya penurunan akan tingkat global nitrogen dioksida (NO2). Gas ini merupakan jenis gas yang muncul dari mesin pabrik dan kendaraan bermotor.

Berkurangnya polusi udara di berbagai kota di dunia, membuat mayarakat bisa bernafas menggunakan udara yang lebih bersih. Jakarta misalnya, Jakarta dikenal sebagai kota yang memiliki kualitas udara yang buruk karena polusi ada di setiap sudut kota, sekarang semakin berkurang dan membuat Jakarta bisa “bernafas”. Membaiknya polusi udara di Ibu kota membuat sebuah gunung yang dekat dengan wilayah JABODETABEK, yaitu Gunung Gede Pangrango terlihat dari Ibukota Jakarta.

Dampak pandemi sangat luar biasa bagi bumi, adanya himbauan dari pemerintah untuk stay at home atau di ndonesia dikenal dengan sebutan gerakan di rumah aja, dan social distancing membuat aktivitas tranportasi dan industri berhenti. Dampak stay at home membuat getaran bumi bergerak sedikit demi sedikit.  Dikutip dari CNN, Lecocq berkata bahwa berkurangnya kebisingan bumi akibat pandemi ini membuat seismolog mendeteksi getaran bumi menjadi lebih kecil. Seismolog merupakan alat yang digunakan untuk mendeteksi gempa bumi kecil atau peristiwa seismik lain yang berupa getaran halus.

Saat pandemi corona berlangsung, terdapat beberapa ilmuwan yang menyebutkan bahwa lapisan ozon di belahan bumi bagian selatan yang secara perlahan mengalami pemulihan. Pemulihan ini tentu sangat berpengaruh pada temperatur atmosfer, curah hujan dan cuaca, juga konsentrasi garam dan suhu laut. Lapisan ozon sangatlah penting bagi manusia, karena ozon yang terletak di statosfer berfungsi sebagai pelindung seluruh makhluk bumi dari sinar ultraviolet yang dapat merusak kehidupan di bumi.

Secara alami lapisan ozon akan membaik akibat wabah ini. Berkurangnya penggunaan gas Chlorofluorocarbon (CFC) yang digunakan pada kulkas dan semprotan, seperti hair spray, parfum, dan sejenisnya. Kerusakan ozon, selain disebabkan karena adanya penggunan gas CFC, tetapi pergerakan pesawat, rudal, satelit juga dapat mempengaruhi keadaan ozon. Secara alami keadaan ozon telah membaik dua bulan terakhir.

Anjuran untuk social distansing di berbagai negara banyak memberi manfaat bagi bumi. Hampir semua aktivitas masyarakat sejenak berhenti karena adanya pandemi corona. COVID-19 memang membuat banyak orang mengeluarkan air mata, masyarakat menjadi waspada, bahkan sampai pada fase panik. Oleh karena itu, Pemerintah dan seluruh elemen terkait menghimbau agar masyarakat tidak berperilaku secara berlebihan, seperti memborong bahkan menimbun bahan makanan, bahkan berbelanja dengan menggunakan APD.

Waspada boleh saja, tetapi harus tetap memikirkan orang lain. Karena masa pandemi ini seluruh elemen masyarakat untuk saling mendukung satu sama lain. Untuk keamanan diri,tetap patuhi peraturan yang ada, rajin cuci tangan, kenakan masker, serta tetap jaga kesehatan.

Oleh: Nor Lailatun Nisfah, Sekretaris KOHATI Komisariat Dakwah Walisongo Semarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *