Kita Adalah Penuh yang Tinggal Separuh

Pernah melangkah bersama dalam satu arah

Mendiskusikan banyak hal tentang nanti hingga riuh

Berkabar meski sebenarnya sudah tau keadaan

 

Pertemuan menjadi hal yang begitu dinantikan

Lidahku kelu saat berdampingan

Dalam hati, ada hal yang ingin ku katakan

”Aku bahagia bersebelahan denganmu”

Tapi aku tak mampu, hingga akhirnya hanya saling diam dan membungkam

Namun, bagiku itu sudah begitu menggembirakan

 

Setidaknya kini kita saling berdampingan

Tanpa jarak yang jauh tapi tetap ada dalam batasan

Waktu terasa begitu cepat berlalu

Hingga kau dan aku harus kembali menabung rindu

 

Itu dulu, kini kisah telah berlalu

Jarak semakin menjadi sekat yang membuat ragu

Perlahan-lahan hilang saling percaya

Meski rasa masih dalam raga

 

Kita berjalan beda arah dengan langkah yang patah

Tidak lagi saling menopang dan memapah

Kita adalah penuh yang tinggal separuh

 

Tak mengapa, biarkan kisah itu tetap terkenang

Hingga hilang tergantikan kisah yang lebih menantang

Kita pernah sedekat nadi sebelum sejauh matahari

Lalu, apa kabar kamu hari ini?

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *