Beberapa waktu lalu, kapal-kapal asing, khususnya dari Cina, masuk dengan seenaknya saja ke wilayah kedaulatan Indonesia, perairan Kepulauan Natuna. Bahkan Cina dengan “gegabah” mengklaim bahwa wilayah lautan Natuna milik mereka. Kondisi semakin memanas ketika kapal-kapal Cina memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Langkah Cina tersebut sungguh mencabik-cabik kedaulatan negara Indonesia.
Konflik yang terjadi di Natuna mengingatkan kepada kita semua akan pentingnya bela negara. Secara mudahnya, bela negara merupakan sebuah usaha untuk mempertahankan, memelihara, melindungi, atas eksistensi negara. Bela negara dilandasi kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didasarkan pada UUD 1945. Bagi kebanyakan masyarakat Indonesia, bela negara dianggap hanya sebatas ketika ada ancaman dari luar berupa ancaman kedaulatan ataupun keamanan. Padahal bela negara tidak hanya sebatas dalam hal itu, tetapi mencakup hal-hal lain, misalnya sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, dan sebagainya.
Bela negara adalah suatu kewajiban setiap warga negara. Yang diatur dalam Tap MPR No.VI Tahun 1973 tentang konsep Wawasan Nusantara dan Keamanan Nasional. Karena itu, para generasi muda Indonesia khususnya, yang memiliki peran menjadi agent of change dan social control, sudah semestinya menjadi pelopor bela negara. Namun yang sekarang terjadi di dunia nyata adalah sebaliknya. Kebanyakan generasi muda memiliki sikap individualistis dan cuek, tidak peduli terhadap keadaan negaranya sendiri. Mereka lebih memilih untuk mengurusi hidup mereka sendiri tanpa memedulikan sekitarnya.
Sikap negatif yang dimiliki pemuda sekarang dipengaruhi dari berbagai hal. Di antara hal yang mempengaruhi sikap tersebut adalah kemajuan teknologi. Memang kemajuan teknologi memiliki dampak positif, namun selain dampak positif ada juga dampak negatifnya. Penggunaan teknologi yang tidak sesuai dengan porsinya akan menimbulkan efek buruk sikap cuek para pemuda.
Yang akan menjadi penerus para pemimpin untuk memelihara dan menjaga bangsa ini adalah pemuda bangsa ini juga. Oleh sebab itu, pemuda bangsa Indonesia terus belajar menjadi pribadi yang laik dan mampu untuk menjadi penerus para pemimpin bangsa. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah ungkapan arab, bahwa pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Dari ungkapan tersebut, menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemimpin karena memiliki kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan orang tua, baik itu secara fisik maupun pemikiran.
Bela negara termasuk dalam suatu nilai nasionalisme. Nasionalisme adalah sikap cinta tanah air tanpa menganggap rendah bangsa lain. Sesuatu yang bisa dilakukan para pemuda dalam bela negara yang tercakup dalam nasionalisme yaitu dengan membiasakan diri bersikap disiplin dalam berbagai hal. Menggunakan waktu dengan semaksimal mungkin. Hal ini ditegaskan dengan sebuah ungkapan “gunakan waktu mudamu sebelum waktu tuamu”. Dari ungkapan itu, dapat diambil sesuatu yang baik, yaitu karena waktu muda adalah waktu yang tepat untuk berkarya sebanyak dan sekuat tenaga, sebelum masa tua datang menghampiri.
Selain yang telah disebutkan di atas masih terdapat banyak hal yang bisa dilakukan para pemuda untuk berperan dalam bela negara dan nasionalisme. Dalam hal pendidikan dengan mempelajari secara mendalam pendidikan kewarganegaraan. Dalam hal lain misalnya dalam sosial, dengan bertanggung jawab atas apa yang dikerjakannya dan mencintai dan menikmati tugas yang dilaksanakan.
Tidak hanya dalam kehidupan nyata, para pemuda bisa melakukannya dalam media sosial. Karena media sosial inilah yang menjadi ancaman yang tidak terlihat secara jelas dan tidak terdeteksi. Dengan menyebarkan hal-hal positif dan pesan-pesan kebangsaan supaya tercipta masyarakat yang positif. Dapat juga dengan mengidentifikasi berita-berita hoax yang sekarang marak disebarluaskan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Hal lain yang mudah dilakukan yaitu dengan membuat meme tentang bela negara yang kemudian diunggah di media sosial.
Bela negara bukanlah hanya tugas TNI saja namun menjadi hak dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia. Yang dapat diaktualisasikan dengan berbagai cara sesuai kemapuan dan tanggung jawab masing-masing. Terkhusus pemuda harus menjadi pelopor bela negara, karena pemuda adalah komponen paling berpengaruh dalam sebuah negara. Wallahu a’lam bi al shawaab.
*Oleh : Muhamad Faiz Mubarok, mahasiswa UIN Walisongo Semarang, Aktivis HMI Cabang Semarang.






