Gamangan Sang Bintang

Kala hati tak mampu menuai isi

Kala air mata enggan lagi meratapi

Kala diri mulai tak bias dengan sepi

Lantas, kemana lagi Bintang harus pergi?

 

Sorai, gaungan, berisik nian

Lama ragunya dirunyam gamangan

Lisan mereka, bak hujan tak kunjung bungkam

Lantas, masih kuatkah Bintang dibual temaram?

 

Kulihat, engkau kalut dan kesusahan

Terus bertahan, pada tong kosong yang bersikeras

Mendengar celoteh pelik mereka, tak karuan

Semampai ragamu, mengukir emosi yang memelas

 

Sebagaimana sang pengerat bekerja

Mustahil mandiri, buruk segala hasut mereka

Propaganda picik, terlontar dari mulut busuknya

Berharap sukses, tak peduli pada prospek tanggung jawabnya

 

Terbiasa, terlatih berlaku jahat

Berlindung pada dukungan minoritas sepakat

Abai, acuh tak acuh dengan tekanan rakyat

Karena yang terpenting, berhasil lah langkah si keparat

 

Bintang, berpegang teguhlah dengan kuat

Hasut dan guguannya, tak usah kau pedulikan

Biarkan sang pengerat itu mandiri, walau sekarat

Pun epilognya, semua problema kan dipertimbangkan

 

Oleh: Aletheia Raushan Fikra UkmaWakil Ketua OSIS Terpilih SMAN 1 Sulang Rembang, Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Planet Nufo

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *