Kesehatan Mental di Era Pandemi

Oleh: Sheka Aditya Putra Pratama, Mahasiswa KKN MIT DR ke-12 UIN Walisongo Semarang kelompok 26

Sudah pasti dampak dari pandemi salah satunya menyangkut mengenai kesehatan mental. Apalagi anak anak yang sangat rentan terserang mentalnya. Namun, semua bisa kita cegah dan atasi. Tidak ada obat yang tidak ada solusinya. 

Berdiam di dalam rumah dengan jangka waktu yang cukup lama membuat sebagian orang merasakan stress yang berkepanjangan dan juga gelisah. Tingkat stres meningkat saat pandemi. Sebelum pandemi, anak anak juga memiliki tingkat stress tinggi yakni pada tekhnologi.

Meski dianggap sepele, membaca berita bisa membuat orang mudah stress loh. Rasa gelisah yang berlebihan tak jarang menjangkit. Hal ini disebabkan kekhawatiran yang berlebihan akibat informasi yang diterima. Oleh karenanya, memainkan sosial media usahakan untuk tidak terlalu terlena oleh berita yang banyak.

Meski begitu, paling tidak pandemi ini ada positifnya. Biasanya kita jarang menghabiskan waktu dengan keluarga, sekarang adalah waktu yang tepat. Mengingat, semua anggota keluarga menerapkan sistem kerja WFH. Ini bisa mendekatkan dan mengeratkan satu sama lain yang tadinya tidak ditemukan saat sebelum pandemi.

Pandemi bukan alasan untuk tidak berolahraga. Justru pandemi itu harus berolahraga. Karena sistem imun yang baik akan menjaga dari segala macam penyakit. Banyak olahraga yang bisa dilakukan di rumah.

Selain berolahraga, kita juga bisa menyalurkan hobi yang lama tidak tersalurkan akibat waktu yang tidak sempat. Kini saatnya, kita meluapkan itu. Hobi yang bisa dilakukan di rumah saat pandemi, bisa juga menghasilkan uang. Jadi keuntungannya dua kali lipat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *