Suasana meriah menyelimuti Dusun Kepil pada Sabtu (16/8/2025) saat warga setempat bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 45 menggelar tradisi Merti Dusun sekaligus peresmian Wisata Impian Kepil Nglengko (IKN).
Acara ini menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat yang bertekad mengangkat potensi lokal menjadi destinasi wisata unggulan.
Kegiatan diawali dengan kirim doa untuk leluhur dan makan bersama warga Dusun Kepil sebagai bentuk syukur atas keberkahan desa.
Usai rangkaian merti dusun, acara dilanjutkan dengan arak-arakan menuju lokasi wisata IKN menggunakan jeep yang digelar bersama komunitas GG JEP.
Ratusan warga antusias mengikuti rangkaian tersebut, termasuk sejumlah tamu undangan dan pejabat daerah.
Turut hadir dalam acara peresmian ini, Kepala Desa Kebumen Anwar Sanusi, Plt Camat Banyubiru Dewanto, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dr. Hj. Solehah Kurniawati, serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang.
Dalam sambutannya, Plt Camat Banyubiru Dewanto menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif warga dan mahasiswa dalam membuka wisata baru tersebut.
“Wisata IKN ini bukan hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian di Dusun Kepil,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Jateng dr. Hj. Solehah Kurniawati menekankan bahwa peresmian wisata IKN sejalan dengan program Gubernur Jawa Tengah.
“Saya bangga, karena ini sejalan dengan program 1000 destinasi wisata yang dicanangkan Gubernur. Wisata ini harus dijaga dan dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari semangat gotong royong. Warga membawa aneka makanan lokal ke lokasi wisata sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus menyambut para tamu.
Tak hanya itu, pada kesempatan yang sama juga diresmikan Masjid Walisongo yang dibangun oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 45.
Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi fasilitas penunjang wisata sekaligus wujud program moderasi beragama.
Dengan diresmikannya wisata IKN, Dusun Kepil kini memiliki destinasi baru yang diharapkan mampu memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.







