Oleh : Ahmad Sofyan Adiyanto
Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an, umat Islam meyakini bahwa turunnya Al-Qur’an kepada Rasulullah Saw jatuh pada tanggal 17 Ramadhan. Dimana pada saat itu Rasulullah Saw sedang melakukan kebiasaannya yaitu bertahanust di gua Hira atau juga disebut sebagai kegiatan berdiam diri untuk merenungkan keadaan, pada saat Rasulullah menerima Wahyu pertamanya dikirakan umur beliau sekitar 40 tahun. Peristiwa turunnya Al-Qur’an juga sebagai tanda bahwa di utusannya Nabi Muhammad Saw oleh Allah SWT sebagai Rasul Allah SWT. Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada Rasulullah Muhammad Saw melalui perantara malaikat Jibril as, malaikat Jibril as turun menghadap Rasulullah Saw dalam wujud aslinya yang mana hal tersebut membuat Rasulullah Saw sangat ketakutan hingga bergetar hebat seluruh tubuh Rasulullah Saw.
Wahyu yang pertama kali turun pada waktu itu adalah Al Qur’an surat Al alaq ayat 1-5, Ketika itu tiba-tiba malaikat Jibril datang, memeluk dan melepaskan Rasulullah SAW sebanyak tiga kali sambil membawa wahyu yang dititipkan oleh Allah SWT. Saat itu malaikat Jibril sambil berkata “Iqra!” yang artinya “Bacalah!” Kemudian Rasulullah menjawab, “Aku tidak mengenal bacaan.” Lalu malaikat Jibril melanjutkan dengan membaca surat Al Alaq ayat 1-5 yang berbunyi, “Iqra’ bismi rabbikal ladzi khalaq, khalaqal insana min alaq. Iqra wa rabbukal akram. Alldzi allama bil qalam. Allamal insana ma lam ya’lam.”
Dalam sejarah Nuzulul Quran, juga diceritakan bahwa sebelum menerima wahyu berupa Alquran, Nabi Muhammad SAW telah mendapatkan beberapa tanda atau petunjuk dari Allah. Di antara tanda tersebut adalah berupa mimpi. Rasulullah bermimpi kemudian terjadi suatu peristiwa di kehidupan nyata yang sama persis dengan mimpi yang dialami Rasulullah. Tanda lain sebelum datangnya wahyu Alquran, Rasulullah merasakan kesenangan uzlah atau kesenangan menyepi disebut juga dengan bertahanust. Tanda ini dirasakan menjelang turunnya wahyu Alquran yang dibawa oleh malaikat Jibril. Penyataan ini didukung oleh riwayat Imam Bukhari dari sayyidah Aisyah RA. Disebutkan bahwa bulan Ramadan merupakan waktu turunnya Alquran. Hal ini juga tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 185. Sementara itu, malaikat yang turun membawa wahyu, adalah Ruh Amin atau Ruh Kudus, yang tidak lain adalah malaikat Jibril.
Setelah malaikat Jibril as menyampaikan Wahyu surat Al alaq ayat 1-5, Rasulullah Saw segera pulang ke rumah dengan sangat takut, sesampainya Rasulullah Saw di rumah beliau langsung meminta kepada istrinya yaitu Khadijah untuk menyelimutinya. Melihat Rasulullah Saw pulang dengan raut wajah yang ketakutan Khadijah langsung melakukan apa yang diperintahkan Rasulullah Saw tanpa bertanya terlebih dahulu. Ada beberapa pendapat bahwa ketika Rasulullah Saw dalam keadaan berselimut sehabis pulang dari gua Hira, disebutkan bahwa malaikat Jibril as mendatangi Rasulullah Saw yang berbaring dan berselimut dalam keadaan ketakutan diturunkannya Wahyu setelahnya yaitu Al Qur’an surat Al-Muddatsir yang mana bunyi ayat pertama adalah “Yaa Ayyuhal Mudatsir” yang artinya wahai orang yang berkemul atau berselimut. Setelah kejadian itu Khadijah datang kepada pamannya seorang pendeta ia adalah Waraqah Bin Naufal, Khadijah datang kepadanya untuk menanyakan kejadian yang dialami oleh Rasulullah Muhammad Saw.
Setelah Khadijah menceritakan semuanya, Waraqah Bin Naufal terkejut setelah mendengar cerita dari Khadijah. Waraqah telah mengetahui bahwasanya akan ada seorang Rasul yang di utus setelah nabi Isa as, dengan tanda-tanda sama persis yang dialami oleh Rasulullah Saw hal tersebut sudah dituliskan di dalam kitab Injil, maka dari situlah Waraqah Bin Naufal memberi tahu bahwa Muhammad Saw akan di utus sebagai Rasul Allah SWT. Dan Waraqah memberitahukan bahwa Rasulullah Saw pasti akan dilawan oleh kaumnya yang menentang serta Rasulullah akan diusir oleh kaumnya, karena tidak ada satu Rasul atau pun Nabi Allah yang mana mereka menunjukkan kebaikan melainkan Rasul atau Nabi tersebut akan mendapatkan cacian, hinaan, serta perlawanan dari kaumnya yang membangkang.
Waraqah Bin Naufal juga mengatakan bahwa ia akan membela Rasulullah Saw ketika telah diperintahkan untuk berdakwah kepada kaumnya dan ketika ada perlawanan dari kaumnya yang menentang. Namun sebelum Rasulullah Saw diperintahkan berdakwah dan memberitahukan bahwa beliau adalah Rasul Allah, Allah SWT berkehendak lain yang mana Waraqah Bin Naufal telah wafat, dipanggil oleh Allah SWT.







