Tergerus Air Hujan, Jalan Pantura Makin Hancur

Jalur Pantura termasuk jalur paling padat. Sebab, jalur ini menjadi penghubung kota-kota besar di Jawa, dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Namun, terdapat banyak kerusakan di beberapa daerah seperti Demak, Kudus, dan Pati, berupa lubang-bang besar yang membahayakan ban kendaraan, terutama mobil.

Kerusakan di jalur Batangan, Pati misalnya, sudah lama terjadi, tidak kurang dari dua tahun terakhir. Di jalur ini, di semua ruas, baik dari timur ke barat, maupun sebaliknya, kerusakan terjadi dan sangat parah. Walaupun jalan ini sudah dibeton, tetapi terjadi ratak-retak dan menyebabkan beton itu menjadi potongan-potongan besar. Sering terlihat mobil yang harus menghentikan lajunya karena mengalami pecah ban.

Karena hujan lebat yang terjadi pada awal tahun 2021, lubang di sepanjang jalan dari Semarang sampai Rembang bertambah berlipat-lipat. Risiko pengendara di perjalanan tentu juga meningkat.

“Saya berharap, pemerintah bergerak cepat untuk menyelesaikan kerusakan jalan ini. Kalau bisa tidak hanya upaya jangka pendek, tetapi jangka panjang supaya jalan awet meski digerus hujan dan terik matahari. Jangan sampai masyarakat menjadi korban,” kata Mahfud Amrullah, salah seorang pengendara mobil asal Pati yang melintas siang ini (08/02).

Sampai berita ini diturunkan, belum nampak ada upaya signifikan dari pihak yang berwenang memperbaiki kerusakan yang kian parah. Justru masyarakat yang mengambil inisiatif mengingatkan pengendara untuk lebih hati-hati. Di beberapa titik, di depan ruko terdapat tulisan “Hati-hatu, Banyak Lubang Besar”.

Mestinya keadaan ini tidak boleh terjadi, karena pengguna kendaraan membayar pajak. Negara, dalam hal ini, pemerintah, harus memberikan pelayanan terbaik, dengan menyediakan jalan yang layak dilewati dan bisa menjamin keselamatan dan kenyamanan penggunanya. (Azmi 201103)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *