Soroti Masalah Gender di Lingkungan Kampus, Kelompok 5 KKN RDR 77 UIN Walisongo Adakan Webinar Bersama Dekan FISIP

Rembang,(07/11) Gandeng dekan FISIP UIN Walisongo Ibu Dr. H. Misbah Zulfa Elizabeth, M.Hum, kelompok lima KKN RDR 77 UIN Walisongo adakan webinar dengan tema Sudahkan Kampus menciptakan lingkungan yang setara bagi laki-laki dan perempuan? Mengambil ruang lingkup kampus, agenda ini bertujuan untuk memberikan fokus dan memberikan gambaran sekaligus solusi masalah gender untuk mahasiswa. Sebagai pribadi yang dikenal dengan intregitas dan juga intelektualitas, diharapkan peserta tidak hanya menyerap ilmu yang disampaikan oleh pemateri. Akan tetapi juga memberikan perhatian dan sumbangsih yang nyata.

Penyampaian diawali dengan salah kaprah pemahaman tentang sex dan gender. Jika sex adalah sesuatu yang bersifat kodrati atau datangnya dari Tuhan, maka gender adalah kebiasaan atau aktivitas yang diciptakan sendiri oleh seseorang. Contoh dari sex adalah laki-laki memiliki jakun, perempuan memiliki payudara dan melahirkan. Sedangkan contoh gender ialah kepandaian untuk memasak, bersih-bersih, mencuci, dll. Selain itu Bu Eliz (sapaan akrab beliau saat mengajar) juga menjelaskan tentang bentuk-bentuk ketidakadilan gender, kesetaraan gender di lingkungan kampus, partisipasi dan control yang harus dilakukan oleh dosen, pimpinan, mahasiswa, dan tentunya penyelenggara administratif.

Kasus atau masalah yang banyak disoroti adalah kekerasan seksual, keterlibatan perempuan di ranah politik dan subordinasi terhadap perempuan. Meskipun di lingkungan berpendidikan seperti kampus, tidak menutup kemungkinan adanya kekerasan sesksual. Terlebih, semakin banyaknya model kekerasan seksual yang dilakukan di era ini bahkan kekerasan seksual online seperti menyebarkan video seseorang yang tidak senonoh atau dalam bentuk lainnya. Semakin maraknya kasus kekerasan seksual tentu menuntut perempuan untuk semakin cerdas inovativ dalam melakukan pencegahan dan cara untuk menghindari kekerasan seksual.

Forum berlangsung mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB dengan dipandu oleh Ri’ayatul millah (anggota kelompok 5) sebagai host dan dilanjutkan oleh Lainy Ahsin (anggota kelompok 5) sebagai moderator. Banyak sekali pertanyaan yang ditampung oleh moderator. Namun, karena pemateri memiliki urusan yang tidak bisa ditinggalkan pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dikimkan melalui pesan dan akan diberikan jawaban langsung oleh Bu Eliz.

Bacaan Lainnya

“Kami melihat antusiasme peserta dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan. Namun karena keterbatasan waktu, pertanyaan tersebut harus ditampung terlebih dahulu. Solusinya, pertanyaan akan dikirim melalui pesan kepada pemateri. Bahkan, melihat kondisi kampus yang sudah mulai aktif dan adanya kuliah blanded, pemateri menawarkan untuk mengadakan diskusi lanjutan via offline untuk membahas lebih banyak lagi permalahan yang perlu disoroti dan merancang usaha-usaha nyata yang dapat dilakukan oleh mahasiswa,” jelas Rosa, koordinator bidang gender kelompok 5 KKN RDR 77 UIN Walingo.

*(Red:LA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *