Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, agama adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Kesehatan berasal dari akar kata sehat yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti baik seluruh badan dan bagian-bagiannya (bebas dari sakit).
Sedangkan menurut WHO 1974, sehat ialah keadaan sempurna baik secara fisik, mental, dan sosial bukan hanya bebas dari penyakit dan kelemahan. “Kesehatan adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental dan sosial yang lengkap dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan,” tulis WHO dalam website resminya.
Agama atau kepercayaan pada intinya untuk mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengan fitrahnya. Agama juga membimbing manusia agar melakukan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang buruk. Terutama dalam segi kesehatan. Agama telah benar-benar mengaturnya dengan sedemikian rupa agar manusia menjadi orang yang sehat. Pun agama juga tak lupa mengatur manusia agar menjadi manusia yang sehat secara rohani pula.
Allah SWT telah mengatur kehidupan manusia dengan sebaik-baiknya. Agar menjadi manusia yang sehat secara jasmani, Allah telah berfirman sebagaimana yang telah termaktub dalam kitab suci al-Quran QS. al-Maidah: 88
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْٓ اَنْتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
Artinya: “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. al-Maidah: 88).
Dalam buku karangan M. Sudaroji dan Drs. H.M. Faqih Dalil yang berjudul 101 Perintah dan Larangan dalam Al-Qur’an menyebut ada empat ayat yang memerintahkan untuk memakan makanan yang halal:
Berikut empat ayat Al-Qur’an tentang perintah memakan makanan yang halal dan bersyukur kepada Allah:
- Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 168
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَ رْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Artinya: “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah Ayat 168)
- Al-Qur’an Surah Al-Baqarah Ayat 172
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا کُلُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا رَزَقْنٰكُمْ وَا شْكُرُوْا لِلّٰهِ اِنْ کُنْتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepada kamu dan bersyukurlah kepada Allah jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” (QS. Al-Baqarah Ayat 172).
- Al-Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 88
وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖ وَّ اتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْۤ اَنْـتُمْ بِهٖ مُؤْمِنُوْنَ
Artinya: “Dan makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal dan baik, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS. Al-Maidah Ayat 88).
- Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat 114
فَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ حَلٰلًا طَيِّبًا وَّا شْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ اِنْ كُنْـتُمْ اِيَّاهُ تَعْبُدُوْنَ
Artinya: “Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.”
Ada beberapa keterkaitan antara agama dan kesehatan, diantaranya:
- Saling mendukung
Sebagimana yang kita ketahui, agama mengatur dengan rinci bagaimana manusia agar hidup sehat, karena jika badan sehat maka beribadah pun dengan sebaik-baiknya. Bukti agama dan ilmu pengetahuan juga saling mendukung terdapat pada dilarangnya makan daging babi. Karena di dalam daging babi terdapat cacing yang dapat merusak organ tubuh manusia. Sebelum ditemukannya cacing pita di dalam daging babi, Allah telah melarang manusia agar tidak makan daging babi.
- Saling berlawanan.
Adakalanya hubungan agama dan kesehatan saling berlawanan, contohnya dalam agama dilarang menggunakan urine sebagai bahan untuk terapi, akan tetapi di dalam medis itu tidak apa-apa.
- Saling melengkapi
Yang dimaksud di sini adalah adanya peranan agama sebagai pengoreksi atas kesehatan atau sebaliknya. Sebagai contoh, dalam Islam kalau berbuka puasa harus menggunakan makanan yang manis-manis tetapi dalam dunia kesehatan itu bukan sebuah keharusan hanya sebagai pemulih kondisi tubuh sehingga tidak kaget ketika menerima asupan yang lebih banyak.
Oleh: Riayatul Millah, Mahasiswi UIN Walisongo Semarang







