Perbedaan TV Digital dan TV Analog, Wajib Tau!

Semenjak Kominfo mengeluarkan kebijakan penghentian siaran analog, istilah TV Digital belakangan ini mulai naik dalam pembicaraan masyarakat Indonesia. Sebab, masyarakat juga dituntut untuk mengganti tayangannya ke dalam siaran digital.

So, sudahkah anda tau apa itu TV Digital? Artikel ini akan memberikan informasi gambaran umum TV digital serta perbedaannya dengan TV analog. Silakan disimak.

Apa ltu Televisi Digital?

Televisi digital adalah sistem transmisi televisi yang sudah menggunakan standar transmisi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting-Terrestrial Second Generation). Sinyal siaran digital ini merupakan kelanjutan dari standar DVB-T yang ditetapkan pada tahun 2007.

Meskipun televisi digital memiliki frekuensi yang sama dengan televisi analog, namun menggunakan frekuensi UHF/UHF. Siaran TV digital memiliki fitur tambahan berupa fitur EPG (Electronic Program Guide). Pemirsa dapat mengenal program-program yang ditayangkan dan disiarkan.

Sederhananya, televisi digital dapat menangkap sinyal digital berupa bit-bit data, seperti halnya streaming atau YouTube dan sejenisnya. Berkat sinyal digital ini, gambar yang ditampilkan benar-benar jernih dan bebas noise.

Model TV digital hanya memiliki dua mode, diterima atau tidak diterima. Jika sinyal digital dapat diterima dengan baik, maka akan muncul gambar. Sebaliknya, jika Anda tidak menerima sinyal, gambar tidak akan ditampilkan.

Sejarah Singkat TV Digital

Sebenarnya Televisi dengan siaran digital sudah diperkenalkan pada tahun 2007. Kala itu pemerintah mengumumkan bahwa DVB-T menjadi standar penyiaran TV model digital. Namun pada tahun 2012, ketetapan ini berganti menjadi siaran digital DVB-T2.

Melalui adanya perubahan ketetapan DVB-T ke DVB-T2, maka diharapkan bisa mempercepat transisi siaran televisi analog ke digital. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati siaran televisi dengan kualitas gambar tajam dan suara lebih jernih secara gratis.

Migrasi Televisi analog ke digital juga tidak serta merta hanya sekedar mengikuti perkembangan zaman, namun lebih kepada upaya untuk melakukan efisiensi penggunaan pita frekuensi.

Sebagai informasi, DVB-T (Digital Video Broadcasting-Terrestrial) merupakan teknologi standar penyiaran televisi digital yang saat ini sudah banyak diterapkan di dunia pertelevisian global untuk transmisi siaran televisi digital.

Apa yang membedakan siaran TV digital dengan TV analog? Bagi Anda yang belum mengetahui terkait dengan perbedaan kedua sistem siaran televisi ini, mari simak penjelasan dibawah ini!

Perbedaan TV Digital dan Televisi Analog

Ada beberapa perbedaan TV digital dan analog yang perlu diketahui, tujuannya agar Anda tidak salah memilih ketika ingin membeli televisi baru. Adapun perbedaannya sebagai berikut:

1. Kualitas Gambar

Perbedaan yang paling terlihat antara televisi yang sudah digital dan masih analog dari kualitas gambar. TV model digital menampilkan gambar yang lebih tajam dan suara lebih jernih dengan kualitas HD hingga 4K. Lantaran dibekali bandwith yang lebih luas.

Sementara televisi analog memiliki ukuran terbatas dengan visual yang masih standar, terkadang terdapat noise atau serupa bintik-bintik semut jika sinyal lemah, hal ini karena televisi model ini sangat bergantung pada jarak transmisi.

2. Bentuk Televisi

Perbedaan lainnya yang bisa dilihat secara langsung dari segi bentuk, televisi analog cenderung lebih tebal karena masih menggunakan kaca tabung. Meskipun bisa diubah menjadi tv digital dengan memasang alat tambahan seperti STB (Set Top Box).

Sementara televisi model digital memiliki bentuk tipis dengan layar datar (flat), televisi ini sering disebut TV LED. Selain bisa menangkap sinyal digital, juga bisa menangkap sinyal analog. Meskipun tidak semua TV ini termasuk model digital.

3. Pemancar Televisi

TV model analog cenderung ketergantungan pada jarak stasiun pemancar. Artinya, ketika jarak stasiun pemancar dengan antena semakin jauh, maka sinyal yang diterima semakin lemah. Hal inilah yang membuat gambar menjadi kurang jelas, noise dan berbayang.

Sementara TV jenis digital tidak bergantung pada dekat atau jauhnya jarak dengan pemancar, hal ini karena sudah menggunakan sinyal digital dalam bentuk bit. Jika pemancar tidak menerima sinyal, maka tidak akan muncul gambar, begitupun sebaliknya.

4. Jenis Sinyal

Adapun jenis sinyal TV model analog berupa sinyal UHF (Ultra High Frequency), sinyal ini dianggap kurang efisien karena tergantung dari kondisi cuaca, terkadang jauh lebih sensitif jika antena dipasang tidak sesuai untuk penerimaan optimal.

Berbeda halnya dengan televisi digital, jenis TV ini sudah menggunakan siaran digital DVB-T2 sehingga masyarakat dapat menikmati siaran televisi dengan gambar berkualitas HD secara gratis. Meskipun siaran digital yang ditangkap bergantung pada sinyal antena.

5. Fitur Televisi

Perbedaan TV digital dan TV analog lainnya terletak pada fiturnya. Televisi analog tidak memiliki fitur canggih. Sementara TV digital sudah dilengkapi layanan interaktif dan fitur EPG (Electronic Program Guide) untuk menayangkan acara yang telah atau akan disiarkan.

Selain itu, fitur canggih pada TV model digital lainnya berupa fitur EWS (Early Warning System). Fitur peringatan dini bencana berupa pesan pop-up yang dapat diterima oleh pemirsa tv. Dengan begitu, fitur canggih ini diharapkan dapat mencegah kerugian.

Itulah beberapa perbedaan TV digital dan analog yang secara fitur dan fungsi tentunya berbeda jauh, dimana televisi jenis digital memiliki fitur canggih yang sangat bermanfaat bagi penggunanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *