Oleh: Anisyah Nur Alifah, kader HMI Dakwah Walisongo Semarang
Perkembangan pendidikan pada saat ini sangat berdampak pada persaingan dunia kerja yang semakin ketat dan semakin sulit. Pembangunan fisik merupakan salah wujud yang di lakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengsejahterakan masyarakat dalam mendukung sebuah perkembangan pendidikan menjadi lebih layak, pembangunan fisik tersebut berupa pembangunan gedung, sarana dan prasana. Salah satu wujud dari adanya pembangunan fisik yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah ialah terdapat faslititas pendukung gedung, sarana dan prasarana sekolah formal atau non-formal sampai dengan perguruan tinggi di setiap daerah yang semakin layak menjadi sebuah tempat para generasi muda mengembangkan karakternya.
Setiap siswa/i selalu di sarankan untuk tidak cepat puas dalam mengembangkan sebuah karakter dan ilmu, begitu juga dengan mahasiswa/I di sebuah perguruan tinggi selalu di ingatkan untuk tidak cepat puasa dalam mengembangkan sebuah karakter dan ilmu, setiap mahasiwa dapat mengembangkan karakter dan ilmunya di luar pembelajaran kuliah atau kelas dengan mengikuti sebuah organisasi yang ada di kampus maupun di luar kampus. Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan dijelaskan bahwa organisasi kemahasiswaan adalah wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa ke arah perluasan wawasan dan peningkatan kecendikiawanan serta integritas kepribadian untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi (Yasinta Karina Caesari, 2013).
Universitas Islam Negri Walisongo merupakan perguruan tinggi yang mendukung para mahasiswanya untuk ikut serta dalam ke aktifan organisasi kemahasiswaan sebagai wujud untuk mencapai tujuan perguruan tinggi. Di dalam perguruan tinggi UIN Walisongo ini terdapat organisasi Intra dan organisasi Ekstra, intra dapat di artikan sebagai organisasi yang berdiri secara formal di dalam kampus. Bentuk dari organisasi intra ini meliputi Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, dan masih banyak lagi, biasanya dalam organisasi intra tidak boleh mecampurkan dengan urusan organisasi ekstra.
Organisasi ekstra kampus atau eksternal kampus merupakan organisasi yang tidak berada dibawah naungan lembaga kampus, melainkan berada diluar kampus. Organisasi ini banyak beraktifitas diluar kampus, memiliki jaringan dan kepengurusan yang berjenjang atau bertingkat hingga pengurus nasional. Salah satu contoh organisasi ekstra yang berada di ruang lingkup UIN Walisongo ialah organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (STIA ALAZKA, 2019).
Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini pertama kali di dirikan oleh seorang mahasiswa yang bernama Lafran Pane pada tanggal 5 Februari 1947 di Yogyakarta, pada saat itu pendirian Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di sebabkan dari sebuah ke galauan mengenai ke Indoensia dan ke Islaman yang ada di Indonesia. Karena Himpunan Mahasiswa Islam berdiri sudah lama tidak heran pada saat ini HMI mempunyai lebih dari 200 cabang di indoensia maupun manca Negara, dan pada saat ini HMI merupakan sebuah Organisasi Mahasiswa Islam Terbesar di Indonesia.
Di dalam sebuah Organisasi Himpunana Mahasiswa Islam terdapat anggota yang biasa diesbut dengan “kader”, seorang kader ini harus melewati sebuah pelatihan terlebih dahulu apabila ingin menjadi sebuah kader sungguhan di dalam Organisasi Himpunan Mahasiswa. Setiap proses perkaderan yang dilakukan oleh HMI seperti Basic Training, Intermediate Training, dan Advanced Training tak terlepas dengan semangat dari setiap kader. Setiap kader yang sudah melakukan pelatihan diberi sebuah tugas dan tanggungjawab untuk melestarikan budaya agar selalu mengidupkan budaya ilmiah, serta kritis di kampus masing-masing.
Seperti halnya generasi muda yang akan membawa sebuah perubahan bangsa, atau biasa di sebut juga “Agent Social of Change”, dimana kader HMI yang sekaligus sebagai mahasiwa ini mempunyai peran mengenai ke Indonesian dan ke Islaman, peran tersebut sebagi sebuah aktivis yang menjadi penyambung lidah melakukan interaksi antara rakyat ke pemerintah, dan peran kader HMI sebagai pengontrol berbagai kebijakan pemerintah. dengan ini antara kader HMI dengan rakyat akan menumbuhkan sifat emosional yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
STIA ALAZKA. (2019, februari 23). Perbedaan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus dan Ekstra Kampus. Retrieved september 16, 2020, from stiaalazka: http://stiaalazka.ac.id/perbedaan-organisasi-mahasiswa-intra-kampus-dan-ekstra-kampus/
Yasinta Karina Caesari, A. L. (2013). “KULIAH versus ORGANISASI”STUDI KASUS MENGENAI STRATEGI BELAJAR PADA MAHASISWA YANG AKTIF DALAM ORGANISASI MAHASISWA PECINTA ALAM UNIVERSITAS DIPONEGORO , 166.







