Pengaruh Merger GoTo Terhadap Perekonomian Indonesia

Ekonomi adalah salah satu instrumen kehidupan yang akan terus ada seiring adanya kehidupan manusia. Perubahan perilaku sosial masyarakat dan perkembangan teknologi adalah faktor yang sangat berpengaruh besar terhadap sistem perekonomian. Seperti halnya yang terjadi akhir-akhir ini setelah terjadinya pandemi. Pandemi sangat memengaruhi sistem perekonomian dunia. Dimana pasar digital yang awalnya hanya sebagai pasar sampingan bagi para pelaku bisnis, justru sekarang sebaliknya, pasar digital menjadi sarana pemasaran yang utama dan efisien untuk melakukan kegiatan bisnis. Adanya perubahan model pemasaran ini, tentu berpengaruh besar terhadap tingginya tingkat minat perekonomian digital.

Keadaan ini pun menjadi peluang besar bagi para pelaku bisnis yang bergerak dalam bidang digital. Sebab, kenaikan tingkat perekonomian digital menjadi tolak ukur keberhasilan mereka. Semakin tinggi tingkat perekonomian digital, maka akan semakin besar pula peluang yang mereka dapatkan, mulai dari konsumen yang semakin banyak dan meluasnya target pemasaran. Hal ini tentu menjadi momen emas bagi perusahaan-perusahaan yang sudah begelut dengan ekonomi digital.

Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang mengalami pertumbuhan secara signifikan dalam pertumbuhan ekonomi digital. Berdasarkan data yang telah dirilis oleh e-Conomy SEA 2020 lalu, Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang mengalami pertumbuhan signifikan dalam hal perekonomian digital, (Kompasiana, 29/06/2021). Di dalam data ersebut disebutkan bahwa, sebanyak 37% dari total pengguna layanan digital termasuk dalam kategori baru (sedikit lebih tinggi daripada rata-rata Asia Tenggara), (e-Conomy SEA, 2020). Hal tersebut memperlihatkan bahwa kenaikan penggunaan layanan digital di Indonseia sangat tinggi, sehingga tidak menutup kemungkinan hal tersbut yang memengaruhi kenaikan perekonomian digital di Indonesia.

Berdasarkan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang disampaikan dalam webinar, Sabtu, 12 Desember 2020 lalu, ia mengatakan bahwa, “Indonesia jauh melampaui negara lain seperti Malaysia dan Singapura”, (Tempo, 12/12/2020) Indonesia berada diurutan kedua setelah setelah Vietnam.

Bacaan Lainnya

Hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku bisnis di Indonesia, misalnya seperti yang dilakukan oleh dua startup ternama di Indonesia yang bergerak dalam bidang digital, yakni strategi marger yang diterapkan oleh perusahaan Gojek dan Tokopedia. Kedua startup yang berasal dari Indonesia ini sama-sama memiliki eksistensi yang besar dalam bidang perekonomian berbasis digital, kerana keduanya telah diakui oleh Unicorn. Bahkan Gojek sendiri telah menyandang gelar sebagai decacorn, data ini berdasarkan CBInsight Real Time Unicorn Tracker pada tahun 2019, (Kompasiana, 29/06/2021)

Fenomena merger yang diterapkan Gojek dan Tokopedia sempat menggemparkan masyarakat Indonesia, khusunya bagi para pakar ekonomi. Kedua startup besar tersebut secara resmi mengumumkan terbentunya Grup GoTo, tepatnya pada tanggal 17 Mei 2021 Sebab, lahirnya GoTo akan sangat perpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya dalam bidang ekonomi digital. Pengaruh yang ditimbulkan adanya marger dua perusahaan ternama ini sangat bervariasi, dalam sisi lain memberikan pengaruh positif bagi pertembuhan ekonomi negara, dan di sisi lain menibulkan beberapa polemik dalam dunia persaingan bisnis., (Tempo, 12/12/2020).

Adapun pengaruh positif yang ditimbulkan adalah, yang pertama adalah mendorong pertumbuhan perkonomian negara, khusunya meningkatkan perekonomian digital. Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa, terjadinya pandemi telah mengubah tatanan kehidupan manusia dalam beberapa aspek kehidupan, misalnya ekonomi. Pembatasan kegiatan masyarakat secara langsung otomatis membuat daring menjadi solusi satu-satunya yang bisa dipilih untuk tetap menjalankan bisnis.  Kolaborasi yang dilakukan oleh perusahaan Gojek yang bertindak sebagai pemebei layanan tranportasi, pengiriman barang, dan pembayaran elektronik, sedangkan Tokopedia bertindak sebagai pemberi layanan e-commerce adalah strategi yang sangat sempurna untuk menguasai pasar digital. Mengingat keduanya sudah tidak diragukan lagi keberadaanya, (Sasmita, dkk, Vol. 5 No. 2 (2021)

Selain berdampak pada tingkat perekonomian digital, GoTo juga memiliki pengaruh besar terhadap pertumbuhan UMKM baru. Sebab, adanya marger ini secara tidak langsung mendorong inovasi dan kreatifitas UMKM baru, sehingga akan memicu untuk ikut serta terlibat dalam perekonomian digital. Sebab, salah satu tujuan lahirnya GoTo adalah untuk memudahkan UMKM dalam mengakses pasar digital, sehingga diharapkan akan mempercepat  pertumbuhan UMKM di Indonesia. Semakin banyak UMKM maka pada akhirnya akan berdampak pada penurunan angka pengangguran di Indonesia. (Kompasiana, 29/06/2021).

Selian itu, pengaruh lahirnya GoTo adalah semakin meningkatkan angka Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Sehingga, dengan meningkatnya PDB ini diharapkan akan mampu meminimalisir penggunaan barang asing secara besar-besaran. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi para pelaku bisnis yang bergerak pada sektor Produk Domestik. Meskipun, Indonesia masih berada dibawah  Thailand dan Singapura, akan tetapi, seetidaknya kolaborasi ini akan mampu menaikkan nilai PDB di Indonesia. (CNN Indonesia, 18/05/2021)

Akan tetapi, di sisi lain adanya marger yang dilakukan Gojek dan Tokopedia juga memiliki pengaruh negatif, khususnya di dalam dunia persaingan bisnis. Kedaan ini sering disebut sebagai oligopoli, sebab pasar hanya dikuasai oleh segelintir perusahaan, sehingga mempersempit inovasi baru pihak lain atau pesaing. Hal tersebut selaras dengan pernyataan seorang Pengamat Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira, (Kompasiana, 29/06/2021).

Meskipun demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa, fenomena marger antara Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia, khususnya dalam meningkatkan persaingan perekonomian digital di Asia Tenggara. Marger GoTo mampu memberikan sumbangsih untuk menaikkan perekonomian negara, mulai dari kenaikan perekonomian digital, PDB (Produk Domestik Bruto), serta mendorong pertumbuhan UMKM.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *