Diera modern saat ini, media sosial menjadi salah satu teknologi yang sangat pesat akan penyebaran nya, baik dari penyebaran pemberitaan, maupun penyebaran produk dari vidio fashion yang saat ini tengah marak dikalangan perempuan Indonesia. Dan hal tersebut dapat membangun persepsi masyarakat yang berbeda, terutama tren model hijab.
Gaya hijab yang selalu update diberbagai platform media, ternyata mampu memengaruhi karakteristik wanita baik dari usia,latar belakang, budaya, hingga status sosial.
Kemudian, adanya karakteristik model hijab dengan target usia muda dengan menampilkan berbagai macam iklan promosi berupa video pendek, reels di Tiktok dan Instagram terutama.
Dengan adanya hal tersebut, mampu membangun karakteristik model hijab yang sesuai, misalnya jika ditargetkan untuk usia muda, tentu saja akan muncul warna-warna hijab yang soft,kalem, elegant, mampu dipadupadankan dengan outfit apapun dan dibandrol dengan harga murah. Kemudian, daya konsumtif generasi muda semakin naik, yang mengakibatkan trend hijab yang makin berkembang pesat.
Latar belakang budaya juga memiliki peran utama untuk mempertahankan model hijab didaerah masing-masing. Kemudian wanita dari budaya tradisional masih cenderung mempertahankan model hijabnya.
Dengan adanya pengaruh global yang mampu memunculkan gaya hijab yang lebih beragam dan terkesan unik jika digabungkan menjadi satu (beragam budaya dengan trend saat ini).
Media massa menjadi salah satu elemen medium tersendiri yang mamapu menampilkkan dan menggabungkan model hijab, sehingga menjadi suatu karya baru, model yang beragam akibat dari penggabungan 2 model tadi, dengan tujuan menampilkan nilai keestetikan, nilai spiritual yang unik, dan mampu mengkolaborasikan identitas antar budaya.
Namun, pengaruh terhadap adanya trend hijab ini tidak slalu menuai hal positif saja. Terkadang dengan memaksakan untuk tampil lebih sempurna ditengah publik menjadi salah satu hal negative yang perlu dihindari jika tidak terlalu dibutuhkan dan mengurangi daya konsumtif terhadap barang-barang yang kurang bermanfaat jika berlebihan.
Seharusnya, media sosial jangan hanya menampilkan trend hijabnya saja kemudian menonjolkan nilai keestetikan tanpa mempedulikan edentitas trend perbudaya, dan keberagamannya.
Dari sini, dapat kita simpulkan bahwa, trend hijab mampu mengubah icon budaya akibat amaraknya trend model hijab diberbagai platform media terutama.
Oleh karena itu, sudah seharusnya untuk media itu lebih adil dalam mengkolaborasikan model hijab antar budaya dengan tren saat ini, sehingga dapat memperluas identitas budayanya, sehingga dikenal oleh banyak orang lewat berbagai sudut media pempublikasian.
*Oleh: Faranisa Laila, Mahasiswi UIN K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan.






