Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah Sampah Rumah Tangga

Pemberdayaan masyarakat merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasi serta merubah kondisi kehidupan mereka dari yang tidak berdaya menjadi berdaya, dari yang tidak mandiri menjadi mandiri dan dari yang ketergantungan jadi tidak ketergantungan.

Pemberdayaan masyarakat hadir ditengah masyarakat dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang baik , masyarakat yang berkualitas dan masyarakat yang memiliki kreativitas yang diasah serta di salurkan melalui pemberdayaan untuk masyarakat.

Ada beberapa macam pemberdayaan masyarakat antara lain yaitu: pemberdayaan bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang agama, bidang sosial dan budaya serta bidang lainnya.

Sampah merupakan suatu hal yang menjadi penyebab munculnya banjir dan suatu hal yang bisa dimanfaatkan jika diolah dengan baik dan benar.

Bacaan Lainnya

Sampah atau limbah bisa dijadikan pupuk tanaman jika kita manfaatkan dan kita olah dari pada dibuang ke tempat sampah sehingga lama-lama menumpuk dan menyebabkan terjadi banjir akibat luapan sampah yang sudah tidak teranggulangi lagi.

Pemanfaatan limbah atau sampah terutama limbah rumah tangga itu bisa digunakan terutama untuk kegiatan sekitar lingkungan rumah, seperti sampah plastik atau barang bekas juga bisa dimanfaatkan salah satunya pembuatan hidroponik sederhana yang menggunakan botol bekas.

Selain itu pemanfaatan limbah atau pengolahan limbah merupakan sebuah pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan lingkungan bagi masyarakat terutama masyarakat di desa Sumurrejo.

Masyarakat desa terutama ibu rumah tangga mayoritas menghabiskan waktunya di rumah. Beraktivitas dirumah bukan berarti kita menjadi orang yang tidak produktif. Setiap orang mempunyai tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Dalam kegiatan KKN ini mahasiswa dilakukan secara terjun langsung ke masyarakat dan tentunya harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan KKN dengan tema “Produksi Sayuran Melalui Sistem Hidroponik Dari Botol Bekas Sebagai Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga” Peserta KKNM berjumlah 15 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah dan program studi diantaranya Management Dakwah, Biologi dan Management Haji dan Umroh. Hal ini tentunya bertaman sayuran secara hidroponik merupakan hal yang baru bagi sebagian besar peserta KKN.
Pelaksanaan KKN dilakukan di aula kelurahan.

Dimulai dari koordinasi warga hingga penggumpalan warga untuk mengikuti pelatihan. Kelurahan ini dipakai karena tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan memiliki tempat yang luas untuk menampung masyarakat.

Pada tahap awal, peserta diharuskan menyiapkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat sistem hidroponik. Beberapa peralatan tersedia di rumah dan sebagian lainnya harus dibeli ditoko pertanian atau dapat dibeli secara online.

Setelah semua bahan tersedia, selanjutnya dilakukan penyemaian bibit dan persiapan media tanam.

Bila bibit yang disemai telah berdaun empat maka dapat dipindahkan ke media tanam yang telah disiapkan dan dilakukan perawatan dengan cara mengontrol kondisi larutan nutrisi. Setelah 2 minggu perawatan, sayuran hidroponik dari botol bekas didistribusikan ke tetangga terdekat dari peserta KKN.

Sebagian besar masyarakat mengapresiasi kegiatan KKN yang dilakukan mahasiswa UIN Walisongo Semarang. Mereka tertarik untuk mempelajari lebih lanjut mengenai budidaya sayuran secara hidroponik. Selain itu kegiatan KKN ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta KKN mengenai budidaya sayuran secara hidroponik yang dapat dijadikan dimasa yang akan datang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *