Oleh: Eem Sulaemah, Guru SDN 158 Babakan Sari Babakan Surabaya
Saat ini masa pandemi Covid 19 masih dirasakan oleh kita khususnya di negara Indonesia dan umumnya masih di seluruh negara di dunia ini. Berdampak pada semua sektor, khususnya sektor pendidikan yang sangat mengkhawatirkan. Sehingga pemerintah memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 ini.
Mulai 16 Maret 2020 sekolah menerapkan metode pembelajaran daring (online). Orang tua, peserta didik serta pihak sekolah terutama guru merasa belum siap mengikuti pembelajaran daring ini. Efektif atau tidaknya bisa terlihat saat pembelajaran itu berlangsung. Serta dilihat dari hasil pembelajarannya itu sendiri secara daring (online).
Sudah enam bulan lebih berlalu masa pandemi ini namun pemerintah masih menetapkan PJJ ini kepada sekolah. Meskipun masa new normal sudah mulai diberlakukan dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB) masih banyak daerah yang memiliki zona merah. Yang tentunya masih berimbas pada pembelajaran jarak jauh diberlakukan. Kecuali daerah yang memiliki zona kuning bisa tatap muka.
Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik. (https://unida.ac.id/pembelajaran/artikel/apa-itu-pembelajaran.html).
Salah satu pengertian pembelajararan dikemukakan oleh Gagne (1977) yaitu pembelajaran adalah seperangkat peristiwa -peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung beberapa proses belajar yang bersifat internal. Lebih lanjut, Gagne (1985) mengemukakan teorinya lebih lengkap dengan mengatakan bahwa pembelajaran dimaksudkan untuk menghasilkan belajar, situasi eksternal harus dirancang sedemikian rupa untuk mengaktifkan, mendukung, dan mempertahankan proses internal yang terdapat dalam setiap peristiwa belajar.
Menurut Wikipedia Pembelajaran adalah proses, cara, perbuatan menjadikan orang atau makhluk hidup belajar. Definisi sebelumnya menyatakan bahwa seorang manusia dapat melihat dalam perubahan yang terjadi, tetapi tidak pembelajaran itu sendiri. Konsep tersebut adalah teoretis, dan dengan demikian tidak secara langsung dapat diamati, Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang melibatkan peserta didik, pendidik dan sumber belajar dalam suatu lingkungan sehingga terjadi perubahan perilaku pada peserta didik.
Bagaimana cara menerapkan pembelajaran di masa paandemi covid-19 ? Penyebaran pandemi virus corona atau COVID-19 di Indonesia membuat banyak sekolah menghentikan proses pembelajaran tatap muka. Sebagai gantinya, pemerintah menerapkan pembelajaran jarak jauh selama COVID-19. Bagaimanapun juga, Pembelajaran jarak jauh selama COVID-19 membutuhkan bantuan teknologi yang mumpuni dan dapat diakses dengan mudah. Selain itu, para murid juga mesti siap beradaptasi dengan perubahan pembelajaran yang diatur oleh sekolah.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 119 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Bab I Pasal 1.(1) berbunyi Pendidikan Jarak Jauh yang selanjutnya disebut PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui penerapan prinsip-prinsip teknologi pendidikan/pembelajaran. (https://www.kompasiana.com/)
Pembelajaran di masa pandemi covid ini yaitu pendidikan jarak jauh (PJJ) dalam jaringan (daring) dengan sistem online (langsung) maupun offline (luring). Maka guru, siswa beserta orang tua harus dituntut mampu melaksanakan PJJ ini melalui IT atau menggunakan media berbasis internet seperti aplikasi; google classroom, Whatsup, Zoom meeting, edmodo dan lain-lain.
Menurut Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Direktur GTK Dikmen Diksus) Kemendikbud, Praptono, ada tiga aspek dalam kegiatan belajar mengajar di masa pandemi. Ketiga aspek itu antara lain: inovasi serta kreativitas, ekosistem belajar dan kearifan lokal. Penulis melihat dari aspek inovasi dan kreativitas, ini menjadi kunci di tengah situasi yang sangat berat. Karena hadirnya pandemi Covid-19 datang secara tiba-tiba,” ujar Praptono seperti dikutip dari laman Ditjen GTK Kemendikbud, Senin (14/9/2020).
Pandemi COVID-19 masih berlangsung, banyak anak-anak sekolah belajar dari rumah secara daring (online). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjelaskan sebenarnya Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) tidak harus memakai internet dengan paket data yang butuh biaya. “Pandangan orang bahwa PJJ selalu daring (online), itu tidak benar. PJJ bisa ditempuh dengan luring (offline),” Maka, PJJ tidak harus daring. Bisa saja PJJ dilakukan dengan cara membagikan buku, materi pelajaran, atau soal-soal bahan ajar kepada siswa, kemudian siswa disuruh belajar dan mengerjakan soal di rumah.
Di lain hari, hasil pekerjaan rumah dari siswa diperiksa oleh guru. PJJ tidak harus menggunakan ponsel pintar berinternet. “Pemberian tugas menggunakan lembar-lembar kerja, memakai buku paket yang ada di sekolah, itu bisa. Tidak harus semuanya pakai daring, karena daring memang berat. Sekolah berhak menentukan cara pembelajaran yang paling tepat untuk anak-anaknya, Pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini baik daring maupun luring atau kombinasi keduanya tetap dilaksanakan sesuai aturan dari pemerintah dengan melihat karakter siswa, orang tua serta guru agar pembelajaran tetap berjalan.
Tips Pembelajaran Jarak Jauh Selama COVID-19: Guru melakukan homevisit/kunjungan rumah kepada peserta yang mengalami kesulitan belajar daring sesuai protokoler kesehatan.Guru beserta rekan sejawat melakukan Kegiatan Kelonpok (KKG) untuk membuat program BDR sesuai peraturan dari Kemendikbud. Guru harus menguasai teknologi digital, jangan Gaptek untuk memudahkan metode pembelajaran yang akan disampaikan kepada siswa Guru memberikan banyak kebijaksanaan dalam pengumpulan tugas sesuai kondisi dari orangtua murid. Serta dalam penilaian lebih bijaksana. Guru jangan memberikan tugas terlalu banyak,dengan menyederhanakan materi dan tugas yang akan disampaikan dan dikerjakan oleh siswa atas bimbingan orangtua di rumah.
Peran orangtua dalam mendukung peserta didik melakukan belajar dari rumah adalah sebagai berikut: Menyepakati cara untuk berkomunikasi dengan pihak sekolah. Mendiskusikan rencana pembelajaran yang inklusif bersama guru sesuai kondisi anak didik. Menyiapkan perangkat pembelajaran seperti alat tulis,buku, Hp selalu online. Memastikan anak didik siap mengikuti pembelajaran. Menyiapkan waktu untuk mendukung proses pembelajaran daring. Mendorong anak agar aktif selama proses pembelajaran Orangtua/wali memastikan anak mengisi lembar aktivitas sebagai bahan pemantauan.
Kondisi pandemi covid 19 yang belum tahu kapan berakhirnya, membuat semua sistem berubah menyesuaikan dengan kondisi dan situasi, termasuk dalam dunia pendidikan. Belajar daring atau online menjadi pilihan, walaupun disisi yang lain banyak kekurangan, numun harus ditembuh agar pendidikan tetap berjalan, sehingga anak didik menerima haknya untuk mendapatkan ilmu pengetahun. Semoga pandemi segera berakhir dan belajar tatap muka dapat berjalan kembali.






