SEMARANG, suaramerdeka.com – Rumah Perkaderan dan Tahfidz Alquran Monash Institute Semarang kedatangan tamu rombongan dari Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (Unida) Gontor, Ponorogo, belum lama ini. Mereka yang berjumlah 30 ini merupakan mahasiswa semester 4 jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) didampingi dua orang dosen, yakni Ustadz Fardana Khirzul Haq dan Ustadz Muhammad Mahmud.
Direktur Eksekutif Monash Institute, Mokhamad Abdul Aziz MSos, menyambut langsung kedatangan rombongan mahasiswa yang hendak mengadakan studi akademik di Markas Besar Monash Institute Semarang. “Kami tentu berterima kasih, karena teman-teman sudah jauh-jauh dari Gontor berkenan mampir ke tempat belajar kami yang sederhana ini. Insya Allah kita akan diskusi panjang lebar nanti,” kata Aziz.
Fardana Khirzul Haq menjelaskan, studi akademik tersebut dalam rangka belajar di luar kampus. “Kita belajar tidak hanya di dalam kampus. Kita ke sini ingin menimba ilmu dan belajar tentang bagaimana pendirian dan pengelolaan Rumah Tahfidz Monash Institute,” kata Fardana.
Menurutnya, Monash Institute dinilai hebat. Karena di usia 31, berhasil mendirikan rumah Alquran di tiga tempat sekaligus, yaitu Semarang, Jakarta, dan Rembang.
Kegiatan bertajuk “Academic Study 2018 Ushudludin Faculty” tersebut disampaikan materi oleh pendiri sekaligus pengasuh Monash Institute Dr Mohammad Nasih.
Monash Institute adalah lembaga perkaderan yang memadukan pesantren salaf dan modern, juga memadukan pesantren tahfidz Alquran dengan pesantren yang menekankan ngaji kitab gundul/kuning. Santri-santri yang dibina adalah mahasiswa yang kuliah di Semarang, seperti UIN Walisongo, Undip, Udinus, Unissula, dan Unnes. (Agus Fathuddin/CN40/SM Network)







