Rabu, (02/08/2023) Mahasiswa KKN MIT Ke-16 Posko 124 mengikuti pengajian rutinan yang dilaksanakan di Masjid Baitul Muttaqin Dukuh Wuluh, Desa Sidokumpul, Kecamatan Guntur Kabupaten Demak. Pengajian tersebut rutin dilaksanakan oleh ibu-ibu sekitar setiap hari Rabu mulai pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh bapak-bapak, terutama ibu-ibu di Dukuh Wuluh tersebut, serta Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
Adanya pengajian rutin ini diharapkan mampu menjadikan kebiasaan untuk masyarakat dalam beribadah, sehingga dapat mempererat tali silaturahim antar masyarakat serta menjadi suatu hal yang baik dalam meningkatkan iman dan taqwa masyarakat Dukuh Wuluh. Pengajian tersebut diawali dengan membaca Al-Qur’an, Maulid Dziba’, Mauidhoh Khasanah yang di sampaikan oleh Bapak K.H. Tamim Romli, Bapak K.H Kandirin, serta Tahlil yang dipimpin oleh Bapak Jawari.
Dalam cerahmahnya, Bapak K.H. Tamim Romli menjelaskan mengenai keutamaan mengirimkan do’a bagi orang yang telah meninggal. “Ruh orang yang telah meninggal, setiap hari selalu menantikan do’a dari kita semua, mereka akan berhenti di depan rumah kita, memanggil-manggil kita dengan suara rintih. Ruh tersebut menunggu do’a dari kita semua, maka dari itu, kita haruslah sering-sering mengirimkan do’a kepada mereka, betapa bahagianya mereka ketika kita sebagai istri, suami, anak, ataupun keluarganya mendo’akan mereka” terang Bapak K.H Tamim Romli selaku tokoh agama Desa Sidokumpul.
Setelah Mauidhoh Khasanah dari Bapak K.H. Tamim Romli, kemudian dilanjut dengan ceramah dari Bapak K.H Kandirin. “ Hidup di dunia ini banyak rintangan, cobaan, dan godaan. Jika kita ingin memiliki hati yang waras, maka kita harus terapkan dua prinsip ini yaitu ikhlas dan sabar. Semoga dengan mengikuti pengajian ini, kita semua senatiasa diberikan kesabaran, keikhlasan serta keberkahan dan umur yang panjang.” Jelas bapak K.H. Kandirin selaku tokoh agama Desa Sidokumpul.
Setelah penyampaian ceramah dari Bapak K.H. Kandirin selesai, dilanjutkan dengan do’a tahlil yang dipimpin oleh Bapak Jawari, beliau juga menjelaskan kepada mahasiswa KKN terkait tujuan adanya doa tahlil ini.
“Do’a tahlil ini tidak hanya mendoakan orang yang sudah meninggal saja, tetapi juga mendoakan warga masyarakat setempat. Tahlil ini bertujuan agar segala amal perbuatan orang yang telah meninggal diterima oleh Allah SWT dan segala dosa-dosa diampuni oleh Allah SWT. Serta juga bertujuan agar selalu diberikan kesehatan, keberkahan, serta kerukunan untuk masyarakat bagi yang masih hidup,”ujar bapak Jawari selaku tokoh agama Desa Sidokumpul
Mahasiswa KKN Posko 124 sangat senang mengikuti kegiatan pengajian rutin di Dukuh Wuluh ini, karena selain dapat menambah iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, juga dapat menambah ilmu agama yang sangat bermanfaat, sehingga dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.







