Koprs Mahasiswa GPII Jateng Dukung Kritikan BEM UI

Ketua Umum Korps Mahasiswa GPII Jawa Tengah Busrol Chabibi meng-aamiin-i julukan ‘The King of Lip Sevice’ yang disematkan BEM UI kepada Presiden Indonesia Joko Widodo.

“Julukan itu bukan suatu penghinaan atau merendahkan martabat pemimpin negeranya sendiri. Tetapi suatu kenyataan yang benar-benar terjadi,” tegas Habibi.

Menurut Habibi, julukan ini merupakan salah satu bentuk kritik kepada Presiden Jokowi, agar tidak mengulangi perkataan/janji-janji yang berujung pada pengingkaran.

“Salah satu hal yang mahal di dunia pendidikan adalah munculnya kesadaran dalam diri murid atau siswa,” ujar Habibi.

Bacaan Lainnya

Busrol Chabibi yang juga Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum UNNES ini menambahkan bahwa janji-janji Presiden Jokowi sejak menjabat hingga kini sangat banyak dan ujung-ujungnya diingkari.

“Janji pesanan mobil ESEMKA, tidak menaikan harga BBM, kabinet ramping, penguatan KPK, dan masih banyak lagi. Semua diingkari. Bahkan, janji yang sudah terealisasi itu apa sampai tidak tahu,” ucap Habibi

Habibi juga menyampaikan bahwa Ketua BEM UI telah memantik kesadaran berbagai pihak bahwa negara Indonesia sedang tidak baik-baik saja.

“Mendukung kritik yang membangun itu perlu, agar kesadaran bersama bisa terwujud,” pungkas Habibi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *