Sabtu 6/11/2021 Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, melakukan konsolidasi PAN Rembang, Blora, dan Grobogan. Setelah memberikan rencana politik strategis kepada para pengurus DPD PAN Rembang, Zulhas yang juga Wakil Ketua MPR RI menyempatkan diri ke Pesantren dan Sekolah Alam Planet NUFO yang terletak di Desa Mlagen, Pamotan, Rembang.

Walaupun tanpa persiapan, kehadiran Zulhas disambut sangat meriah oleh para santri Planet Nufo. Turun dari mobil, para santri menyanyikan mars Planet NUFO yang isinya sangat menggugah kesadaran untuk mewujudkan kembali kejayaan umat. Diiringi suara satu piano dan dua gitar yang dimainkan oleh santri-santri belia, membuat cahaya mati hati kian membakar semangat. Pekikan “Planet NUFO” dari salah seorang guru Planet NUFO langsung dijawab oleh seluruh warga NUFO dengan teriakan “cerdas, kaya berkuasa” dan diiringi tepuk tangan yang membahana.

Ternyata dalam rombongan Zulhas ada Pasha Ungu. Artis yang juga Wakil Walikota Palu itu langsung didaulat untuk memainkan gitar. Pasha langsung memetik senar gitar dan mengajak semua orang di sekitarnya untuk melantunkan shalawat.

Zulhas mengapresiasi konsep pesantren yang didirikan oleh Dr. Mohammad Nasih yang tidak hanya menggembleng para santri untuk menghafal dan memahami al-Qur’an dan khazanah intelektual Islam klasik, tetapi juga berwirausaha. “Kami punya trilogi yang selalu kami tekankan kepada para santri, yaitu: berilmu, berharta, berkuasa. Dengan ilmu kita bisa menjadi inovatif dan kreatif. Dengan harta kita bisa berjuang dan menolong banyak orang. Dengan kekuasaan kita akan bisa menolong semua orang dengan perangkat kebijakan politik,” terang Nasih yang juga pengajar Ilmu Politik di FISIP UMJ dan Pascasarjana Ilmu Politik itu.

Baca Juga  Sepuluh Alasan Memasukkan Anak ke Sekolah Alam Planet NUFO

Setelah berkeliling pesantren dan mengajak berbincang santri-santri belia dari berbagai penjuru nusantara di dalam bilik-bilik berbentuk kapsul raksasa, Zulhas melihat berbagai usaha santri. Aktivitas Zulhas diakhiri dengan memberi materi singkat kepada peserta LK I HMI Komisariat Persiapan Ceng Ho yang sehari sebelumnya dimulai. “HMI memiliki nilai-nilai dasar perjuangan. Nilai-nilai itu harus kita perjuangkan karena kita meyakini kebenarannya sepenuh hati. Manusia memerlukan keyakinan atau kepercayaan yang secara bersamaan juga harus merupakan kebenaran. Bukan hanya percaya. Sebab, ada kepercayaan yang benar, juga ada yang salah. Kemurnian tauhid inilah yang dulu sering ditekankan oleh Bang Imad,” pungkas politisi yang juga pernah menjadi Ketua MPR RI.

Setelah itu, rombongan langsung meneruskan agenda konsolidasi PAN ke Blora dan hari itu berakhir di Grobogan. (AH)

Nirmala dan Parasit

Previous article

Wujudkan Ekosistem Bersih, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kelompok 50 adakan Bersih-Bersih Lingkungan

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Nasional