Johorejo, 20 Agustus 2025 — Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Johorejo melakukan kunjungan ke rumah salah satu warga yang masih mempertahankan tradisi pembuatan keranjang tembakau secara manual.
Kunjungan ini bertujuan untuk mendokumentasikan sekaligus mendukung pelestarian kerajinan lokal yang memiliki peran penting dalam proses pascapanen tembakau.
Keranjang yang dibuat secara tradisional ini digunakan untuk menyimpan tembakau yang telah kering setelah dijemur seharian.
Setelah kering, tembakau dimasukkan ke dalam keranjang tersebut sebelum akhirnya dijual ke para pengepul.
Menariknya, keranjang-keranjang ini dibuat dengan teknik anyaman tangan menggunakan bahan alami seperti bambu dan kulit pohon pisang yang telah dikeringkan terlebih dahulu.
Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan dan keterampilan khusus yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh warga setempat.
Dalam kunjungan tersebut, tim UMKM juga berdialog dengan perajin mengenai tantangan dan potensi pengembangan kerajinan keranjang tembakau ke pasar yang lebih luas.
UMKM Desa Johorejo berkomitmen untuk terus mendukung produk-produk lokal agar memiliki daya saing dan bernilai jual lebih tinggi.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian kearifan lokal yang memiliki nilai ekonomi sekaligus budaya yang tinggi.
Diharapkan, kerajinan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi identitas kuat bagi Desa Johorejo sebagai sentra penghasil tembakau dan produk turunannya.
Penulis:
Supian Assauri, Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo
Noviana Putri Ramadanti, PAI, Tarbiyah







