Indonesia merupakan negara yang memiliki sistem pemerintahan yaitu demokrasi, demokrasi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “Demos” dan “Kratos”. Demos yang memiliki arti rakyat atau khalayak, sedangkan Kratos adalah pemerintahan. Jadi sistem demokrasi adalah sistem pemerintahan yang memperbolehkan dan memberikan hak kebebasan kepada warga negaranya untuk mengungkapkan pendapatnya serta ikut serta dalam pengambilan keputusan di pemerintahan. Demokrasi juga memiliki asas yaitu dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat yang memiliki arti di dalam sebuah pemerintahan yang tertinggi dimiliki oleh rakyat, karena adanya rakyat maka dapat terbentuknya sebuah negara, dan rakyat juga yang memilih pemimpin untuk memimpin negaranya, oleh karena itu pemimpin harus mendengarkan aspirasi-aspirasi rakyat dalam menjalankan roda pemerintahan. Tetapi, apakah di Indonesia sudah benar dalam menjalanka sistem politik demokrasi?
Sistem politik di Indonesia sungguh tidak baik-baik saja. Banyak oknum atau pejabat negara yang memnfaatkan jabatannya untuk kepentingan sendiri, memperkaya diri sendiri, bahkan kelompok tertentu yang memiliki tujuan yang sama yaitu menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan dampak apa yang akan mereka munculkan. Banyak pejabat negara yang akan merubah sistem politik demi keuntungan dia sendiri dan selalu mengambil keputusan secara sepihak tanpa mendengarkan aspirasi masyarakat Indonesia terlebih dahulu. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan kekuasan bukan untuk memperbaiki bangsa sendiri, tetapi untuk menghancurkannya. Mereka sudah dibutakan oleh uang dan kedudukan yang mereka tempati.
Padahal sistem politik di Indonesia sudah berjalan cukup lama, yang seharusnya sistem ini bisa lebih baik lagi. Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Masih banyak kasus korupsi yang tersebar di mana-mana, masih banyaknya kasus kemiskinan, pendidikan yang rendah, bahkan kesenjangan social yang cukup tinggi. Bukan hanya itu di Indonesia masih banyak kebiasan nyogok menyogok, suap, pemerasan, pungli, penjualan murah kekayaan alam, dan penguasaan kapitalisme.
Bahkan untuk mencalon menjadi presiden saja mereka akan melakukan berbagai cara agar masyarakat Indonesia memilih mereka. Jalan yang paling sering dilakukan adalah sogok menyogok dan suap menyuap. Entah itu mereka akan memberi sembako murah atau bahkan setiap orang akan dikasih uang hanya demi mendapatkan suara. Kelemahan dari masyarakat Indonesia sendiri yaitu mereka yang kurang akan dunia pendidikan dan ekonomi alhasil mereka mengiyakan tanpa berpikir dampak untuk kedepannya.
Para petinggi negara banyak yang mengkoar-koarkan bahwa Negara Indonesia ini akan menjadi negara emas pada tahun 2045, tetapi dilihat dari pemimpin negaranya sekarang dan para petingginya, itu sangat tidak mencerminkan bahwa mereka akan membangun bangsa ini. Jika mereka masih berlomba-lomba dalam merebutkan kursi kekuasaan dan mereka lebih mementingkan kekayaan sendiri, maka jangan harap pada tahun 2045, Indonesia ini akan menjadi negara emas, semua itu hanya akan menjadi mimpi belaka.
Di dalam Qur’an Surat An-Nahl ayat 90 yang artinya: “Sesungguhnya Allah SWT menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang melakukan perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl:90)
Maksud dari ayat di atas adalah Allah SWT menyuruh kita sebagai hambanya untuk berlaku adil kepada sesame manusia, apalagi bagi para pemimpin-pemimpin negara. Seharusnya pemimpin negara yang baik itu, mencontoh perilaku nabi ketika mempin umatnya. Dia akan berlaku adil, selalu berbuat baik, dan selalu jujur dalam hal apapun itu. Ketika negara itu maju, berarti tandanya pemimpin negaranya itu baik dan mementingkan warganya daripada mementingkan diri sendiri. Negara yang seharusnya menjamin kehidupan warganya, bukan malah membebani warganya untuk menanggung semua hutang yang telah ditimbulkan oleh pejabat negaranya. Oleh karena itu, kita sebagai agen perubahan, harus sadar akan politik Indonesia dan kita harus bisa menggantikan orang-orang yang tidak cakap dalam memimpin bangsa Indonesia ini.







