Rasulullah Saw mengajarkan setiap umatnya untuk saling menjaga dan melindungi. Menjadikan seluruh umatnya satu jiwa, yang bisa merasakan kesedihan dan kesenangan umat Islam lainya. Keberhasilan yang dicapai oleh Rasulullah saw tidak lepas dari dukungan para sahabat, istri dan anak-anaknya. Perjalanan kisahnya selalu diselimuti oleh perjuangan serta kesetiaan umatnya. Kemenangan yang diraih ketika mempertahankan Islam dan ajaran-ajaran kebenaran Allah Swt dalam peperangan, baik itu perang sariyah maupun perang ghazwah¸ merupakan bukti kemenangan yang dilakukan dengan cara berjamaah.
Rasulullah saw tidak akan pernah bisa melakukan keberhasilanya membawa umat Islam kepada jalan kebenaran, keilmuan dan kebahagiaan yang dirasakan umat Islam sekarang ini, tanpa adanya jamaah yang solid. Bukan hanya Rasulullah saw, tetapi nabi-nabi sebelumnya pun memiliki jamaah yang selalu mendukung dan mendampingi ketika sedang berdakwah. Sungguh luar biasa besarnya kekuataan jamaah yang solid, mampu melindungi dan membawa Islam kepada masa kemenangan. Allah Swt berfirman tentang pentingnya jamaah dalam Qs. Al-Imran ayat 103:
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖوَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Artinya: “ Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah memersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”
Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Swt menyatukan hati-hati manusia yang mendapatkan hidayah, yaitu Islam. Dengan karunia tersebut, Allah Swt menyelamatkan manusia dari neraka dan medekatkannya kepada surga. Jadi, sebagai manusia yang diberikan karunia oleh Allah Swt harus selalu memperkuat jamaah tanpa adanya cerai berai dan permusuhan. Karena, apabila adanya perpecahan dan permusuhan, maka akan melemahkan kekuatan jamaah Islam.
Adapun beberapa ayat juga yang menjelaskan tentang keutamaan jamaah, seperti;
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh,” Qs. As-Shaff ayat 4. Ayat ini diperkuat lagi dengan hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, Rasulullah saw bersabda: “Hendakah kalian berjamaah dan jangan bercerai-berai, karena syetan bersama yang sendiri daripada dengan dua orang lebih. Barangsiapa masuk ke dalam surga, maka hendaklah komitmen dadam jamaah”.
Ayat beserta hadis di atas merupakan seruan untuk mempertahankan keutuhan umat Islam dengan barisan dinding yang kokoh (jamaah). Pertahanan tersebut sebagai salah satu cara untuk memperkuat umat dari serangan lawan serta dijauhkan dari perbuatan setan dan menjajikan surga yang mulia di sisi Allah Swt. Kekuatan lebih dari satu orang labih baik daripada kekuatan satu orang, seperti halnya kata pepatah orang zaman dahulu bahwa “Ibarat sebuah sapu lidi, ketika kita mematahkan lidi satu persatu jauh lebih mudah, daripada mematahkan lidi yang sudah dililitan menjadi satu.
Kedasyatan kekuatan jamaah Islam juga dirasakan oleh Muhammad Al-Fattih ketika meruntuhkan benteng pertahanan Konstantinopel yang terjadi selama 50 hari. Keberhasilan yang diraih Al-Fattih, karena adanya dukungan serta kesholidan jamaahnya yang ikut berperang maupun tidak. Itulah, beberapa contoh kedasyaratan jamaah umat Islam yang mampu merebut kemerdekaan sampai membawa kepada dunia keilmuaan.
Oleh karena itu, marilah bersama-sama mengokohkan kekuatan dan kesolidan umat Islam. Islam yang memiliki jamaah saling melindungi dan solid, pastinya tidak akan pernah terpengaruh akan paradikma radikal dan terorisme. Bahkan Islam, mampu mempertahankan eksistensinya dan membawa suatu negara pada masa kejayaan. Namun kembali lagi, umat tidak boleh saling memusuhi, bercerai berai dan menyakiti sesama umat Islam. Karena, Allah Swt mencintai perilaku kasih sayang, menghargai dan saling melindungi dengan cara berjamaah. Salah satu hal yang pernah dikatakan oleh Khalifah Umar Bin Khattab, yaitu “Tidak ada Islam akan sempurna pengamalanya kecuali dengan jamaah.”
Marilah kita jaga saudara-saudara sesama Islam dari kajahatan dan pengaruh radikalisme dan terorisme yang mengatasnamakan jihat kepada Islam yang benar. Kita kuatkan keimanan dengan mengikuti segala perintah Allah dan Sunah Rasul, serta menjauhi segala larangan-Nya. Tidak akan ada yang mampu merobohkan Islam, selagi memiliki jamaah yang solid. Begitu pun sebaliknya, Islam mampu merubah dunia, jika memiliki jamaah yang solid pula.





