Mahasiswa KKN Posko 79 UIN Walisongo Lakukan Edukasi Pemilahan Sampah dan Cuci Tangan di SDN Kradenan 1

edukasi pemilahan sampah

Posko 79 KKN MIT UIN Walisongo Semarang melaksanakan kegiatan edukasi pemilahan jenis sampah dan tata cara mencuci tangan yang benar di SDN 1 Kradenan pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sejak dini kepada siswa sekolah dasar.

Vania Sella Verahma, anggota divisi kesehatan & lingkungan Posko 79, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan adalah memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai tata cara mencuci tangan yang benar serta pengetahuan tentang pemilahan sampah.

“Kami ingin siswa SDN 1 Kradenan mampu membedakan sampah organik, anorganik, hingga B3, sekaligus mengetahui pentingnya mencuci tangan dengan baik agar terhindar dari penyakit,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, sasaran utama kegiatan adalah siswa-siswi SDN 1 Kradenan. Penyuluhan berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana yang penuh antusiasme dari para peserta.

“Anak-anak di sini sangat aktif mengikuti kegiatan, sehingga pesan yang kami sampaikan bisa lebih mudah dipahami,” lanjut Vania.

Dalam penyampaian materi, tim KKN Posko 79 menggunakan media powerpoint disertai penjelasan secara langsung.

Agar suasana lebih menyenangkan, lagu edukasi tentang pemilahan sampah dan cara mencuci tangan juga diperdengarkan.

Hal ini membuat siswa lebih bersemangat sekaligus memudahkan mereka dalam mengingat materi yang diberikan.

Sementara itu, Istikhomah sebagai koordinator divisi kesehatan & lingkungan yang juga menjadi narasumber dalam kegiatan ini menjelaskan alasan dipilihnya tema kebersihan.

Menurutnya, kebersihan merupakan dasar dari pola hidup sehat yang harus ditanamkan sejak masa kanak-kanak.

“Dengan memahami pentingnya kebersihan diri dan lingkungan, anak-anak bisa membentuk kebiasaan positif, mencegah penyakit, sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga lingkungannya,” jelas Isti.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga benar-benar mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, kebersihan bisa menjadi bagian dari kebiasaan mereka, sekaligus menjadi langkah kecil dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *