DZIKIR

Masih ingat lagunya Opick yang berjudul ‘Tombo Ati’ (obat hati)? Itu loh, lagu religi yang biasanya sering dinyanyikan ketika Ramadhan. Salah satu liriknya, berbunyi, “dzikir wengi ingkang suwe”, artinya dzikir malam perpanjanglah. Lantas, apa itu dzikir? Bagaimana hubungan dzikir dengan hati?

Dzikir intinya mengingat Allah Swt. Baik dengan hati, lisan, pikiran, maupun perbuatan. Bahkan, menurut Imam Nawawi, dalam kitab ‘al-Adzkar’, disebutkan bahwa setiap manusia yang berbuat ketaatan kepada Allah Swt, ia berdzikir.

Sementara hubungannya degan hati, yaitu dzikir sebagai pelipur lara, menghilangkan gundah gulana. Seperti yang telah difirmankan Allah Swt dalam Alquran Surah Ar-Ra’ad ayat 28, yang artinya, “Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”.

Ironinya, sebagian dari kita semakin menjauh dari Allah Swt ketika ditimpa beragam persoalan. Mulai dari soal utang, asmara, keluarga, kuliah, dan semacamnya. Tak jarang yang mengonsumsi miras dan narkoba, atau nyewa ‘kupu-kupu malam’ untuk mengusir kepenatan. Apa yang terjadi? Ternyata, hanya sesaat. Justru masalah bertambah berlipat-lipat. Hati semakin gelisah. Belum tanggung jawab di akhirat nanti.

Selain itu, fenomena saat ini, sebagian anak muda, terutama kaum Hawa, sangat memperhatikan tampilan fisiknya. Semisal, wajahnya dipermak sedemikian rupa biar tampak ‘glowing’. Rela merogoh kocek jutaan rupiah biar muka lebih bersih, mengkilat, tanpa noda. Mungkin targetnya mirip dengan Jennie Blackpink atau Seulgi Red Velvet, artis K-Pop, deretan ke-23 dan ke-18 “The 100 Most Beautiful Faces of 2020” yang pernah dirilis oleh TC Candler.

Kembali lagi, terkait hati, muncul pertanyaan, apakah kondisi hati kita juga diperhatikan sama halnya dengan perhatian pada wajah? Silakan renungi sendiri. Tidak hanya untuk perempuan. Untuk kaum lelaki juga.

Memperhatikan kondisi hati sangat penting bagi manusia. Terutama, agar terhindar dari sifat iri, dengki, dendam, riya’, sombong, dan semacamnya. Itu semua penyakit hati. Sama halnya debu yang menempel di wajah. Kalau kotoran di wajah dengan cuci muka. Kalau kotoran di hati membersihkannya dengan dzikrullah.

Selain berguna untuk membersihkan kotoran hati dan menentramkan jiwa, dzikir bisa meleburkan dosa-dosa dan menambah pahala. Seperti Firman-Nya dalam Alquran Surah al-Ahzab ayat 35, yang artinya, “Laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah, maka Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

Dengan berdzikir, hati menjadi lebih terang, jiwa semakin kokoh, dan pikiran lebih cemerlang. Bahkan, saking pentingnya dzikir, Nabi bersabda, “Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dengan yang tidak berdzikir kepada Tuhannya adalah seperti orang yang hidup dengan orang yang mati” (HR. Bukhari).

Kiranya saya akhiri dulu catatan ini. Tulisan ini akan menjadi pengingat diri saya pribadi. Tentu saja agar selalu berdzikir, kapan pun dan di mana pun saya berada. Dan semoga Anda juga bisa mengambil manfaat dari paparan di atas. Amin.

Oleh: Muhammad Aufal Fresky

PP. Al-Ikhlas (Bhere’ Makam)
Desa Klampar, Pamekasan

Sabtu, 20-3-2021
10.38 WIB

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *