Hal terbaik yang belum mampu ku penuhi adalah diam. Diam dengan perasaan yang bebas tanpa mengingatmu. Telah kucoba dan telah kuperbuat hal-hal untuk menjauhkan agar aku merasa tenang. Namun tahukah kamu. Ternyata percuma saja. Kamu terlalu kuat di mataku.
Ada perasaan yang diumbar-umbar tapi bagiku itu harga mahal. Apalagi jika perasaan itu adalah yang tulus dari hati terdalam. Kau tahu jika perasaan itu adalah untukmu. Untuk kamu yang orang lain tak pernah mengetahuinya. Untuk kamu yang aku perhatikan dalam diam. Bahkan mungkin kamupun tak menyadarinya.
Mengelabuimu adalah keinginan meski itu sangat beresiko. Bagaimanapun hati akan terpaut selama kamu berada dalam alam imajinasiku. Pernah kucoba lepas tapi kembali dengan cepat seperti kilat. Aku tertegun dengan perasaanku sendiri dan kerap kali bertanya. Kenapa kamu lagi?
Kau punya aroma kerinduan. Yang tak bisa dilihat mata, bahkan alat modern yang paling canggih sekalipun. Ia menembus halus menerjang penghalang yang ada didepannya. Walau kau tak berada kau ada di dalam imajinasiku. Kau adalah dalam setiap bayangku.
Entah dengan apa aku menyatakan ini. Sebab jika saja terpancar khawatir kau akan menjauh bahkan sekedar untuk bertutur sapa. Mungkin di lain waktu, di saat yang tepat. Izinkan aku untuk saat ini memmbawamu dalam imajinasi. Aku mencintaimu meski, dalam sunyi, dalam diam.
I. Madjid | 23/04/20







