Langit gelap awan bergulung Hingga kau menatapnya dengan termenung Dengan sejuta tanya yang menggunung Akankah langkahmu tangguh menanggung? Kau Selengkapnya
Headlines
Kategori: Puisi
Resonansi Hati
Hati, Pusaran gelombang resonansi, Layaknya gitar dan biola, Yang memiliki rongga, Sebagai tabung resonansi, Wahai dua kutub hati, Getarkan Selengkapnya
Sujud Wanita
Malam baru saja datang dengan selimut sunyi Jiwa-jiwa baru saja menikmati lelapnya mimpi Tetapi, mengapa tangisan sendumu sudah menggema Selengkapnya
Rinduku Menyebabkan Lukamu
Ayah Oh Ayah Aku rindu padamu Aku kangen padamu Salahkah aku merindukanmu? Anehkah aku bila kangen padamu? Haruskah aku pendam Selengkapnya
Sejenak Menepi
Barisan kata yang kau tulis Takkan mampu membuatku kembali Rasa yang ku punya telah hilang Telah mati dimakan waktu Kau Selengkapnya
Tuan, Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana
Kau ini bagaimana? Kau suruh aku patuh Undang-undang Tapi kau revisi seenak jidatmu saja. Aku harus bagaimana? Kau suruh Selengkapnya
Fatamorgana
Di balik sinar lampu biru Nan berpijar menyinari kalbu Ku melihat ada harapan baru Harapan yang belum pernah ku capai Selengkapnya
Teruntukmu Kartiniku
Sering ku dengar lantunan tentangmu Begitu menggambarkan indahnya ahklakmu Senyummu menyejukan Tatapanmu melunakkan Kau bagai hujan di tengah padang pasir Selengkapnya
Merujuk Cahaya Petunjuk
Cahaya . . Bukan sesuatu yang gelap Bukan pula sesuatu yang menetap Benarkah dapat menerangi? Perangai hamba-hamba yang masih Selengkapnya
Melebur Rindu
Matahari bersinar cerah di kotamu Bersinar pula dunia imajinasiku Tak meninggalkan jejak bayangan sedikitpun Namun, saat gerombolan awat pekat mendekat Selengkapnya
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









