Sering ku dengar lantunan tentangmu
Begitu menggambarkan indahnya ahklakmu
Senyummu menyejukan
Tatapanmu melunakkan
Kau bagai hujan di tengah padang pasir yang gersang
Kartiniku…
Kau ajarkan aku tangguh
Munculkan semangat kala ku mengeluh
Kau memberiku alasan mengapa aku harus berjuang
Membawa bersama semua cinta dan kasih sayang
Kartiniku..
Katakan tidak pada mereka yang bercanda
Memilikimu seumpama mengirim pesan di kala bosan
Tidak dipandang sebagai sebuah keseriusan
Padahal darimu lahir para pemimpin bangsa
Yang mampu menggertak segala jajah dan jarah
Kartiniku…
Kembali aku mengingatkanmu
Tentang pentingnya menanggung rasa malu
Menjadikanmu mahkluk satu satunya yang bersayap
Hingga yang mencintamu mesti memendam dalam senyap
Tak perlu kau umbar apa itu hubungan
Bila belum kau tali dengan ikatan pernikahan
Sejauh kau mampu menahan tuk bertahan
Selama itu kau tak perlu khawatir hidup sendirian
Kartiniku…
Teruslah tingkatkan muliamu
Aku pun dengan senang hati memantaskan diri
Hingga kelak antara perasaan dan rindu
Tak ada sekat juga sendu
Kartiniku..
Aku mencintaimu
Tapi tak perlu kau tahu usahaku
Cukup Tuhanku yang menilai
Dan kau merasa cinta itu padamu telah sampai
Kartiniku..
Jika kau berkenan berikan telapak kakimu
Maka akan ku bersihkan jemarimu
Meski sesederhana membasuh
Setidaknya surga untuk anak kita tetap utuh







