Langkah-Langkah Menelaah Tafsir (Bag 2)

Islam adalah agama yang memuliakan orang berilmu. Derajat orang-orang yang berilmu lebih tinggi dibanding orang yang tak berilmu.
Zaman modern seperti ini, ilmu mudah didapatkan sehingga tak ada lagi alasan untuk enggan belajar. Karena keberhasilan berawal dari tekad dan usaha yang kuat dengan cara-cara yang baik agar mendapatkan hasil yang baik juga. Seperti halnya amal ibadah, kita akan dinilai baik buruknya ketika mati. Dalam hidup, orang pada umumnya baru akan melihat kita ketika sudah sukses dan keberhasilan apa yang kita dapat. Untuk itu, berusahalah dengan sungguh-sungguh karena usaha tak akan menghianati hasil.

Ilmu adalah kunci segala kebaikan dan pengetahuan. Ilmu merupakan sarana untuk menjalankan apa yang Allah perintahkan pada kita. Tak sempurna keimanan dan tak sempurna pula amal kecuali dengan ilmu. Dengan ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu pula agamanya disebarkan.

Apa sih Kunci mencari ilmu itu sendiri, bagaimana kita bisa mendapatkan ilmu yang kita harapkan, untuk mencapai itu semua harus dengan cara apa?. Pasti temen-temen semua berfikir seperti itu. Itu semua hanya bisa tercapai apabila kita mempunyai tekad, keinginan, dan niat yang kuat untuk menggapainya. Dari pengalaman saya mencari ilmu, temen-temen bisa mengikuti apa yang saya simpulkan. Diantaranya adalah sebagai berikut : 

Niat dan tekad  

Saat kita hendak menuntut ilmu, niat utama kita harus karena Allah SWT. Niat dan tekad yang kuat dengan keinginan yang maju tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya, karena setiap keberhasilan tak akan mungkin langsung jadi pasti membutuhkan usaha dan proses yang pasti akan dialami.

Doa dari orang tua
Anak merupakan karunia Allah paling berharga yang dimiliki oleh orangtuanya. Kelak, anak adalah generasi penerus bagi kedua orangtuanya. Maka dari itu, memiliki anak yang sholeh dan Sholehah akan menjadi aset untuk kedua orangtuanya, walau mereka sudah meninggal.

Baca Juga  Berburu Lailatul Qadar

Sekarang coba fikirkan, pasti hampir seluruh orang yang sukses tidak lain karena faktor utama yang mendorong agar serius dan bersemangat dalam pencapainnya, itu karena doa orang tua yang membuat keberkahan sehingga tercapai segalanya. Jangan sungkan meminta doa restu untuk segala yang kita perbuat dan lakukan. Seperti halnya kita mencari ilmu pasti akan ada keutamaannya diantaranya apabila kita pada setiap perjalanan terdapat doa restu orang tua niscaya keberkahan akan didapatkanmu.

Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu
Ketika menuntut ilmu hendaknya kita bersungguh-sungguh dan selalu antusias untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Tuntutlah ilmu seolah-olah tidak pernah kenyang dengan ilmu yang didapatkan, hendaknya kita selalu berkeinginan untuk menambah ilmu.
Dalam menuntut ilmu diperlukan kesungguhan. Tidak layak para penuntut ilmu bermalas-malasan dalam mencarinya. Seseorang akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat dengan izin Allah apabila ia bersungguh-sungguh dalam menuntutnya.

Ada dua orang yang tidak pernah puas yaitu pencari ilmu akhirat (ilmu dien) dan pencari dunia. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

مَنْهُومَانِ لاَ يَشْبَعَانِ : طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا

“Dua orang yang rakus yang tidak pernah kenyang: yaitu orang yang rakus terhdap ilmu dan tidak pernah kenyang dengannya dan orang yang rakus terhadap dunia dan tidak pernah kenyang dengannya.” (HR. Al-Baihaqi)

Sebagian ahli hikmah berkata:
Carilah dan perbanyaklah ilmu. Sebab, sedikit ilmu itu identik dengan sedikit kebaikan, sedangkan banyak ilmu itu identik dengan banyak kebaikan. Hanya orang yang sedikit ilmu yang berani mencela kebaikan. Adapaun orang yang banyak ilmu, dia tentu mengharapkan kebaikan.

Baca Juga  Abana dan Belenggu Islamku yang Dulu

Menjauhi maksiat
Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya.
Semakin banyak maksiat yang kita lakukan maka akan menutup ilmu yang akan kita dapat sehingga susah difahami, tapi apabila bertaubat tidak melakukan kemaksiatan pasti akan terbuka lebar untuk memahami ilmu.

Jangan pemalu dan sombong dalam mencari ilmu
Jika ingin mendapatkan ilmu yang bermanfaat, alangkah baiknya kita harus tetap rendah hati. Jangan merasa sombong ketika kita sudah merasa cukup dengan ilmu yang kita miliki, seperti kata Imam Mujahid : “Dua orang yang tidak belajar ilmu: orang pemalu dan orang yang sombong” (HR. Bukhari secara muallaq).

Orang yang pemalu biasanya cenderung karena kebiasaannya yang kurang aktif dalam melakukan suatu hal, itu akan mengakibatkan hal kurang baik pada perilaku kita menjadi pendiem, kurang berinteraksi sama temen atau keluarga, tidak menumbuhkan rasa ingin tau, apalagi berkaitan dengan mencari ilmu.

Contohnya biasanya orang yang pemalu dikelas cenderung lebih tidak paham dari pada temen satu kelas yang lebih aktif, yang mau bertanya.
Ada sebagian ilmu atau orang yang diberi pengetahuan oleh Allah, namun malah justru menjadikan dirinya sombong. Ia merasakan dirinyalah yang paling pandai (alim), menganggap rendah orang lain, menganggap bodoh mereka dan selalu ingin agar dirinya mendapatkan penghormatan.
Salah satu cara agar terhindar dari sifat sombong adalah berusaha melihat orang lain lebih baik dari kita. Lebih baik memandang ilmu yang kita punya lebih rendah dari orang lain. Justru akan menambah berkali-kali lipat pemikiran untuk selalu belajar. Karena apabila semakin banyak kau mencari ilmu justru merasa rendah ilmu yang kita miliki, ternyata yang kita tidak ketahui jauh lebih banyak dari apa yang kita fikirkan dan itu pasti membuat kesadaran kita untuk mengetahui ilmu jauh lebih besar.

Baca Juga  Bagaimana Muslim Menyikapi Mimpi Baik dan Buruk?

Siti Nur Bayyinah, Disciple Monash Institute angkatan 2021

 

Keren! Planet Nufo Luncurkan Planet Kelinci

Previous article

Rindu yang Menggebu

Next article

You may also like

Comments

Ruang Diskusi

More in Kajian