Mempunyai anak membawa suatu kebahagiaan yang sangat besar bagi orang-tua. Tapi, mempunyai anak menjadi suatu perbuatan yang egoistis, jika si anak hanya dipergunakan sebagai alat untuk memenuhi kepentingan/kepuasan orang-tua saja, tanpa memikirkan masa-depan dan kesejahteraan si anak itu sendiri.
Tugas orang-tua yang terpenting adalah berusaha sekuat-kuatnya untuk membuka jalan bagi anak supaya dapat mencapai seluruh potensinya sebagai manusia. Terutama potensi intelektualnya; yaitu kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkreasi, dan kedewasaan emosionil dalam menghadapi hidup.
Suka atau tidak. Childfree adalah pilihan paling realistis bagi pasangan yang sebenarnya belum mampu untuk jadi orangtua terutama dari segi finansial.
Saat sebuah pasangan mempunyai anak, maka mereka harus sadar bahwa mereka telah menjadi orangtua yang harus bertanggung jawab untuk membesarkan anak mereka. Dan untuk memebserkan anak, mulai dari membari makan, membelikan mainan, menyekolahkan dan memberikan berbagai fasilitas untuk keperluan anak itu semua butuh BIAYA berupa UANG.
Dan yang menjadi masalah, banyak sekali pasangan suami-istri terutama yang menikah muda yang sebenarnya belum mampu untuk menikah dari segi finansial. Dan akibatnya apa?? Anak terlantar, tak mendapat pendidikan yang layak, menjadi korban broken home, terganggu tumbuh kembangnya.
Jadi kesimpulanya kalo belum mampu, jangan menikah apalagi punya anak. Kasihan dengan pasangan atau anak yang dihasilkan dari pernihkahan tersebut.
Berapa banyak kita mendengar berita mengenai anak yang menjadi korban Stunting, kurang gizi, kurang pendidikan. Hal itu kebanyakan disebabkan oleh orangtua yamg menikah tanpa persipan yang matang, dan tentunya belum mampu untuk menjdi orangtua yang baik. Karena itu kalo belum mampu tapi tetap ingin menikah, ya sebaiknya Childfree dulu.
Kamu nggak usah denial dengan bilang
Rezeki udah diatur tuhan
Banyak anak,banyak Rezeki.
Chilfree itu sesat, konspirasi wahyudi untuk depopulasi umat.
Memang benar, Rezeki udah ada yang ngatur. Hanya saja aturan rezeki yang ditetapkan tuhan, sesuai dengan kapasitas orang tersebut. Kalo kapasitasnya belum sanggup, maka rezekinya gitu-gitu saja. Contohnya saja dia mencari Rezeki dengan cara malas-malasan atau kurang niat, maka ya kapasitas rezekinya yang telah diatur tuhanpun juga gitu-gitu saja.
Dan disaat itu terjadi, maka bisa jadi anak yang akan jadi korban.
Anak akan jadi korban dari kemiskinan yy disebabkan oleh orangtua mereka. Kan kasihan anaknya






