Pekalongan – Guna mengasah kemampuan dalam menulis, Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pekalongan menggelar kegiatan Bastra (Basic Training) Jurnalistik selama dua hari yaitu Sabtu dan Minggu (29 Feb – 01 Maret 2020) di Gedung Pemuda Kajen, Kab.Pekalongan.
Ketua Panitia Kegiatan M. Nafis mengatakan, kegiatan yang mengangkat tema “Membentuk Insan Pers Berkualitas dan Berintegritas yang Benafaskan Islam untuk Kemajuan Bangsa dan Negara” diikuti sekitar 30-an peserta yang berasal dari dalam maupun luar pekalongan.
“Kegiatan Bastra ini pesertanya diikuti oleh mahasiswa, pelajar dan perwakilan dari organisasi yang ada di Pekalongan sendiri, juga dari luar seperti Pemalang, Semarang, Purwakarta dan Salatiga,” jelasnya.
Berdasarkan penjelasan Ketua Panitia, para peserta bastra diberikan materi-materi jurnalistik, seperti dasar-dasar dan kode etik jurnalistik, teknik wawancara dan menulis berita, fotografi jurnalistik, jurnalistik online, ke-LAPMI-an dan beberapa materi lainya. Dalam kegiatan ini juga, diadakan simulasi mencari berita.
“Selain itu para peserta juga kita bagi beberapa kelompok untuk melakukan simulasi pencarian berita di acara car free day alun-alun kajen,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Lapmi HMI Cabang Pekalongan Ahmad Osan Farkhani mengatakan, kegitan bastra ini merupakan agenda rutin yang digelar oleh Lapmi HMI Cabang Pekalongan. Harapannya, kader-kader HMI dapat menguasai kemampuan jurnalistik.
“Kegiatan Bastra merupakan komiten dari pengurus Lapmi terutama Bidang Pendidikan dan Pelatihan untuk memberikan bekal kepada kader-kader HMI agar memiliki skill jurnalistik,” ujarnya.
Direktur yang juga merupakan mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Pekalongan merasa bahwa pemahaman literasi media sangat penting di era ini. Kader HMI harus memiliki kemampuan melawan konten-konten negatif dan hoax.
“Dengan kemampuan dan skill jurnalistik yang dimiliki, maka harapannya di era digitalisasi informasi seperti sekarang ini, kita mampu berperan aktif dalam menciptakan konten-konten positif dan juga mampu menganalisis serta kritis terhadap berbagai informasi yang ada, sehingga dapat melawan konten-konten negatif dan juga hoax,” ungkap Ahmad.
Salah seorang Pemateri, Afif Zakiyudin menuturkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat, utamanya untuk membekali skill dasar jurnalistik bagi para mahasiswa. Harapannya, tema yang diusung dapat benar-benar terwujud oleh setiap mahasiswa.
“Dengan tema yang diusung, saya harap kelak mahasiswa bisa menjadi insan pers yang berintegritas dan membawakan berita secara kritiis dan obyektif,” tuturnya.







